Minggu, 27 Mei 2018 |
Pemerintahan - News Adv

P2TP2A Banten Komitmen Berikan Perlindungan Pada Perempuan dan Anak

Jumat, 29 Des 2017 | 14:11 WIB Dibaca: 372 Pengunjung

Ketua P2TP2A Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa menjenguk korban KDRT di ruang IGD RSUD dr. Drajat Prawiranegara. (19/9/2017). Dok: NEWSmedia*

SERANG, [NEWSmedia] - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan perdagangan manusia.

P2TP2A merupakan pusat layanan yang terintegrasi dalam pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan, serta perlindungan perempuan dan anak dari diskriminasi dan tindak kekerasan, termasuk perdagangan orang.

Tugas P2TP2A adalah memberikan pelayanan kepada korban, baik berupa rujukan, konsultasi, pendampingan hukum dan psikologis, juga sebagai pusat pemulihan trauma (trauma center).

Di Provinsi Banten, P2TP2A yang dipimpin Hj. Adde Rosi Khoerunnisa (istri Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy) aktif dan progresif menjalankan tugas dan peran dalam melakukan perlindungan maupun pemberdayaan terhadap perempuan dan anak.

Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Banten setiap tahun masih saja terjadi. Berdasarksean catatan pada tahun 2017, P2TP2A telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat terkait dengan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kasus yang ditangani sebanyak 45 kasus yang terdiri dari 32 kasus perempuan dan 13 kasus anak anak.

Sebagai organisasi yang memiliki tupoksi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, P2TP2A Provinsi Banten tentu tidak tinggal diam. Pencegahan hingga penanganan pada kasus kekerasan terhadap perempuan dilakukan secara terpadu.

Untuk menekan terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami terus melakukan berbagai upaya, yaitu melalui sosialisasi tindak kekerasan dan trafficking kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan di delapan kabupaten/kota, membentuk relawan-relawan, khususnya para kader posyandu di desa/ kelurahan.

Pada tahun 2017, P2TP2A Provinsi Banten melaksanakan program-program perlindungan anak dan pembedayaan perempuan, salah satunya pelaksanaan isbat nikah kepada 50 pasangan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Kegiatan tersebut juga sebagai bagian dari upaya P2TP2A Provinsi Banten dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak, demi terwujudnya peningkatan kualitas hidup masyarakat Banten. [adv]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

P2TP2A Banten Komitmen Berikan Perlindungan Pada Perempuan dan Anak

BERITA TERKAIT

POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top