Minggu, 13 Juni 2021 |
News Room

Ormas dan OKP Diminta Kawal RPJMD Banten 2017-2022

Minggu, 12 Nov 2017 | 18:01 WIB Dibaca: 981 Pengunjung

Wakil Gubernur Banten, Andika hazrumy pada acara seminar sehari Kader Penggerak Pembangunan Banten (KP2B) Kabupaten Tangerang di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11/2017).*

TANGERANG, [NEWSmedia] – Wakil Gubernur Banten, Andika hazrumy meminta kepada organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan untuk mengawal Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPJMD) Banten 2017-2022.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Andika pada acara seminar sehari Kader Penggerak Pembangunan Banten (KP2B) Kabupaten Tangerang di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11/2017).

“Oleh karena itu, apalagi ini terhadap KP2B yang sejak awal memang sudah mengawal pasangan WH-Andika, kami meminta untuk terus melanjutkan pengawalan terkait program-program pembangunan yang Pemprov Banten canangkan saat ini,” kata Andika pada acara yang juga turut dihadiri oleh Anggota DPD RI asal Banten, Andiara Aprilia Hikmat.

Andika mengatakan, saat ini, visi-misi kampanye pasangan WH-Andika secara resmi telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2017-2022, bahkan, Perda tentang RPJMD tersebut telah direvisi dan disahkan oleh DPRD Banten.

“Kami melihat ke dua hal ini yaitu kesehatan dan infrastruktur adalah dasar-dasar yang harus diletakkan untuk dapat melakukan pembangunan di Banten dalam mewujudkan masyarakat Banten yang sejahtera,” imbuhnya.

Andika mengungkapkan, saat ini ada sekitar 700 ribu warga miskin di Banten yang harus diperjuangkan akses pelayanan kesehatannya. Untuk itu, Pemprov Banten saat ini tengah merancang sebuah program berobat gratis bagi warga miskin tersebut.

“Program berobat gratis warga miskin hanya dengan menggunakan e-KTP saat ini on progress,” katanya.

Andika menjelaskan, terkait dengan pembangunan infrastruktur, hal tersebut sangat vital, karena berkaitan dengan pemerataan ekonomi bagi warga Banten.

“Jadi nanti tidak ada lagi istilah wilayah selatan Banten tertinggal disbanding wilayah utara. Kami rencanakan hal ini akan terjadi dalam tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Andika juga menegaskan, dirinya meminta ormas dan pemuda, termasuk KP2B Kabupaten Tangerang untuk memberikan bantuan terhadap program-program pembangunan Pemprov Banten melalui kegiatan yang konkret yang bersifat melakukan pengawalan.

“Kami, saya dan Pak Gubernur, selalu terbuka untuk hal itu. Bahkan kami mengundang menunggu. Karena mustahil kami pemprov bisa melakukannya sendiri,” pungkasnya. [dham]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ormas dan OKP Diminta Kawal RPJMD Banten 2017-2022
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top