Senin, 30 Maret 2020 |
News Room - Pendidikan

Nurul Yaqin, Putri Petani yang Bertekad Jadi Calon Presiden di STIE Bina Bangsa

Senin, 19 Des 2016 | 08:01 WIB Dibaca: 1789 Pengunjung

Nurul Yaqin saat menjawab pertanyaan panelis dalam acara debat Calon Presiden Mahasiswa dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa STIE Bina Bangsa.*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemilu Raya (Pemira) STIE Bina Bangsa yang akan memilih presiden dan wakil presiden mahasiswa di kampus tersebut, akan digelar 22-24 Desember mendatang. Dari tiga pasangan calon, Nurul Yakin menjadi satu-satunya calon presiden mahasiswa yang mewakili kaum perempuan.

Yaqin -begitu perempuan mungil itu biasa disapa- lahir dari keluarga petani. Alumni Pondok Pesantren Darul Musyawirin, Plered-Cirebon ini mengidolakan sosok Srikandi Gerakan Mahasiswa di Chili, yakni Karol Cariola dan Camila Vallejo.

Nurul Yaqin juga pernah menjadi perwakilan mahasiswa STIE Bina Bangsa yang mengikuti pertemuan Pemuda 52 Negara Asia-Afrika di DPR/MPR RI. Yaqin merupakan mahasiswi asal Kabupaten Pandeglang.

Dalam pesta demokrasi di kampus STIE Bina Bangsa, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini berpasangan dengan Ahmad Rifai. Bersama wakilnya itu, Nurul Yaqin telah berkomitmen untuk memajukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Bina Bangsa hingga bisa sampai berkiprah di kancah nasional.

Misi Nurul Yaqin dan Ahmad Rifai sebagai pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa nomor urut 1 pada Pemira STIE Bina Bangsa, yakni mengikutsertakan BEM STIE Bina Bangsa pada wadah organisasi nasional yang bernama Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI).

Tak hanya itu, Yaqin bersama Fai juga akan mengupayakan agar BEM STIE Bina Bangsa masuk sebagai anggota organisasi Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI) dan Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI).

“Kita tidak ingin menjadi ikan besar yang hidup di kolam kecil. Artinya, kita harus berani keluar untuk bisa dilihat, baik secara ide maupun gagasan. Kelihatan di mata nasional sebagai mahasiswa yang progresif. Maka perlu kita dorong BEM agar masuk ketiga organisasi tersebut,” kata Nurul Yaqin.

Ia juga mengatakan, STIE Bina Bangsa yang berbasis pendidikan ekonomi perlu melekat pada wadah dan aktivitas di bidang ilmu perekonomian. “Membicarakan soal entrepreuner misalnya,” ucap mahasiswa semester 5 jurusan Manajemen ini.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden Mahasiswa STIE Bina Bangsa Ahmad Rifai, menyampaikan rasa kagumnya kepada sosok Nurul Yaqin. Menurut Rifai, calon presidennya itu mempunyai dedikasi tinggi terhadap sebuah organisasi mahasiswa.

“Yaqin adalah figur yang enerjik dan santun. Saya mengenal dia cukup lama. Dia adalah seorang santri. Lahir dari organisasi nasional PMII dan pernah memimpin organisasi. Itu lah yang membuat saya mantap berkoalisi (menjadi wakil) dari perempuan yang aktif di kancah nasional itu,” tutur Rifai.

Ahmad Rifai mengaku memiliki kesamaan pandang dengan Nurul Yaqin dalam berkiprah di kampus. Mahasiswa semester 5 Jurusan Akuntansi ini pun optimistis bisa memenangkan Pemira STIE Bina Bangsa akhir Desember nanti.

Untuk memenangkan pesta demokrasi di kampus, pasangan Yaqin-Fai ini pun memilih jargon yang tidak biasa, yakni ‘Buku, Pesta dan Cinta’. [vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Nurul Yaqin, Putri Petani yang Bertekad Jadi Calon Presiden di STIE Bina Bangsa
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top