Sabtu, 05 Desember 2020 |
News Room

NU Punya Banser, FPI Punya Laskar, Mumu: Al-Khairiyah Punya Briges

Minggu, 15 Jan 2017 | 10:44 WIB Dibaca: 3706 Pengunjung

Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidin memimpin rapat pengurus PB Al-Khairiyah, Jumat (13/1/2017).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Perguruan Islam Al-Khairiyah kini sedang berbenah untuk mewujudkan organisasinya menjadi organisasi massa Islam yang setara dengan organisasi lainnya seperti NU dan Muhammadiyah.

Selain menyempurnakan infrastruktur kepengurusan di tiap provinsi, Al-Khairiyah juga mempersiapkan pembentukan badan-badan otonom yang dapat bergerak menjadi organisasi sayap.

Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin yang terpilih dalam Muktamar ke-9 Al-Khairiyah Oktober 2016 mengatakan, susunan kepengurusan PB Al-Khairiyah periode 2016-2021 telah terbentuk. Kepengurusan terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari ulama, cendekiawan muslim, teknokrat, birokrat hingga kalangan profesional.

“Insya Allah, kami akan melakukan rapat kerja nasional (Rakernas) pada Februari mendatang. Seluruh pengurus telah bersilaturahmi, sekaligus rapat persiapan agenda Rakernas nanti,” kata Ali Mujahidin, kepada wartawan di Kampus Al-Khairiyah, Kota Cilegon, kemarin.

Pria yang akrab disapa Mumu ini mengatakan, dalam Rakernas nanti akan dibahas program kerja Al-Khairiyah untuk lima tahun ke depan. Program kerja tersebut di antaranya rekonsiliasi organisasi, termasuk pembentukan badan-badan otonom.

“Kami ingin mewujudkan eksistensi atau kiprah Al-Khairiyah di nusantara, agar Al-Khairiyah diakui oleh pemerintah sebagai ormas Islam nasional,” ujar Mumu.

Berita terkait: Terpilih Jadi Ketum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin: Kita Ingin Setara Dengan NU

Ia mengungkapkan, badan-badan otonom yang akan dibentuk Al-Khairiyah akan mencakup berbagai bidang. Seperti Brigade Islam (Briges) misalnya, akan dibentuk sebagai bagian dari satuan tugas (satgas) Al-Khairiyah.

“Kalau NU punya Banser, FPI punya Laskar, Al-Khairiyah punya Briges,” ucap cucu dari Brigjend KH Syam’un ini.

Kemudian Jaringan Santri Nusantara menjadi badan otonom yang akan menyambungkan santri-santri lulusan Pondok Pesantren Al-Khairiyah se-Indonesia. Sementara untuk para tenaga pengajar dan pendidik di Al-Khairiyah, dibuatkan Persatuan Guru dan Ustadz Al-Khairiyah.

Selebihnya badan otonom Al-Khairiyah yang akan dibentuk antara lain Himpunan Wanita Al-Khairiyah (Hawa), Gerakan Mahasiswa Al-Khairiyah Satria Setia Bhakti (Gema), Ikatan Keluarga Besar & Alumni Al-Khairiyah (Ikbal), Ikatan Pelajar Al-Khairiyah (IPA), Ikatan Cendekiawan Al-Khairiyah (ICA).

Untuk bidang ekonomi, usaha dan layanan umat , dibentuk Himpunan Pengusaha & Pedagang Al-Khairiyah (Himppa), Lembaga Bisnis Al-Khairiyah (Laba), Koperasi Al-Khairiyah, Baitul Maal Al-Khairiyah, Bimbingan Haji Al-Khairiyah dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Al-Khairiyah.

Untuk pengembangan ilmu pengetahuan, badan otonom yang dibentuk yakni Lembaga Training Center Al-Khairiyah, Badan Peneliti Al-Khairiyah (BPA), Lembaga Pemantau Lingkungan Hidup Al-Khairiyah (LPLHA) serta Lembaga Kajian Strategis & Kebijakan Publik. [rhd]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

NU Punya Banser, FPI Punya Laskar, Mumu: Al-Khairiyah Punya Briges
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top