Minggu, 20 September 2020 |
News Room

Netizen Diminta Sebar Informasi Lawan Corona, Bukan Hoaks

Jumat, 20 Mar 2020 | 12:53 WIB Dibaca: 432 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Masyarakat pemilik akun media sosial disarankan melakukan perlawanan mandiri terhadap virus corona (SARS-CoVid-2). Informasi-informasi dasar penanganan corona seperti cara mengurangi risiko corona, hingga apa yang perlu dilakukan bila mengalami gejala utama corona bisa disebarluaskan oleh masyarakat melalui berbagai saluran media sosial.

Pengamat Komunikasi Digital dan Budaya dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan mengatakan informasi-informasi yang sederhana namun mutlak pelaksanaannya ini dapat disampaikan oleh seluruh masyarakat yang memiliki akses media sosial.

Informasi mutlak ini mulai dari rajin cuci tangan, menutup wajah dengan masker jika sedang batuk atau bersin bersin, hingga menjaga jarak sosial (social distancing) dengan orang lain.

"Semua pihak secara luar biasa harus terlibat dalam mencegah persebaran penularan. Keluarga-keluarga bisa menginisiasi pesan lewat grup WA keluarga. Setidaknya berkontribusi meluruskan informasi yang tidak tepat, disinformasi, hoaks," kata Firman.

Tak hanya itu, influencer maupun figur publik di media sosial juga bisa ikut turut serta untuk menyebarkan informasi-informasi dasar terkait penanganan corona kepada masyarakat.

Firman mengatakan pemerintah Vietnam, Thailand, Singapura hingga Filipina meminta partisipasi influencer maupun publik figur untuk menyampaikan informasi dengan cara menarik melalui media sosial.

Firman menjelaskan tujuan keterlibatan masyarakat ini bukan produksi dan distribusi pesan sebanyak banyaknya, namun menciptakan persepsi adanya pemahaman yang sama.

"Para pemilik akun media sosial, apalagi yang memiliki follower banyak [influencer] dan memiliki kemampuan mengemas pesan secara menarik, perlu turut turun tangan dengan caranya masing masing," kata Firman.

Pemerintah sudah mengimbau untuk menerapkan konsep belajar maupun kerja dari rumah (work from home/ WFH), segala aktivitas masyarakat di luar rumah dikurangi untuk mencegah penularan virus corona. Bagi Firman, arah komunikasi masyarakat harus fokus fokus untuk menyampaikan hal tersebut untuk membentuk norma sosial agar masyarakat tak 'berkeliaran' di luar rumah.

"Ketika pesan yang senada disampaikan secara berulang ulang dan dilakukan banyak pihak, maka muncul norma sosial bahwa berada di luar rumah jika tidak penting hingga menghadiri kerumunan yang bisa ditunda adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab," kata Firman. [cnn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Netizen Diminta Sebar Informasi Lawan Corona, Bukan Hoaks
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top