Kamis, 20 September 2018 |
News Room

Nama Anak Badak di TNUK Salah Satunya Mirip Nama Depan Bupati Pandeglang

Senin, 25 Sept 2017 | 11:11 WIB Dibaca: 486 Pengunjung

Akses jalan masuk menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten.*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) telah melakukan pemantauan tehadap peningkatan populasi Badak Jawa yang dilakukan dengan kamera video trap sejak tahun 2011.

Di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), sebanyak 100 kamera trap ditempatkan di semenanjung ujung kulon. Hasil perekaman, diketahui jumlah minimum Badak Jawa di TNUK ada sebanyak 67 ekor, dengan populasi jenis kelamin 37 jantan dan 30 betina, serta kelas umur anak 13 individu dan remaja dewasa 54 individu.

Rekaman tersebut juga menunjukkan keberadaan anak Badak Jawa bercula satu tersebut. Jumlahnya ada empat ekor, dan diperkirakan lahir pada tahun 2016. Empat ekor anak Badak tersebut, terdiri dari dua ekor berjenis kelamin jantan dan dua betina.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengatakan, pihaknya telah memberikan nama untuk empat individu anak badak Jawa tersebut.

Dua ekor Badak berjenis kelamin laki-laki diberi nama Prabu dan Manggala, sedangkan dua ekor yang betina diberi nama Mayang dan Irna.

Nama Irna merupakan nama depan Bupati Pandeglang, Irna Narulita. Namun pihak balai tidak secara spesifik membahas pemberiaan atau arti dari nama empat ekor anak badak tersebut.

"Pemberian nama ini dari kesepakatan semua pihak, aparatur desa ataupun komunitas setempat. Ke depan saya sedang usulkan ke Pak Presiden untuk nama-nama anak badak yang akan lahir 2017 ini," kata Wiratno pada acara Peringatan Hari Badak Internasional di TNUK, Kabupaten Pandeglang, akhir pekan kemarin.

Wiratno mengungkapkan, pihaknya mempunyai tiga rencana aksi jangka pendek untuk menjaga keberadaan Badak Jawa di Indonesia, yaitu dengan meningkatkan populasi sebesar 20 persen, membangun populasi kedua Badak Jawa dan membangun suaka Badak Jawa.

"Strategi pengembangan second habitat Badak Jawa di luar TNUK akan dilakukan di beberapa lokasi cagar alam, yaitu Leuweung Sancang di Garut,  Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi, Cagar Alam Rawa Danau di Serang, BKPH Cikeusik di Pandeglang dan BKPH Malingping di Lebak dan termasuk di TNUK sebagai modelnya," ungkapnya.

Untuk pembangunan suaka Badak Jawa tersebut, kata Wiratno, diwujudkan melalui Java Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), yang fungsinya sebagai tempat transisi dan area penilaian bagi badak yang akan ditranslokasi.

"JRSCA juga berfungsi sebagai tempat studi untuk meningkatkan pengetahuan ekologi dan perilaku badak Jawa, untuk menghasilkan keturunan didalam kawasan yang aman dan terkontrol," terangnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

LAINNYA

Revitalisasi Banten Lama Baru Mencapai 30 Persen
Rabu, 19 Sept 2018 | 13:38 WIB
Revitalisasi Banten Lama Baru Mencapai 30 Persen
Tips Jitu Lolos CPNS 2018
Rabu, 19 Sept 2018 | 10:13 WIB
Tips Jitu Lolos CPNS 2018

KOMENTAR

Nama Anak Badak di TNUK Salah Satunya Mirip Nama Depan Bupati Pandeglang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top