Jumat, 05 Juni 2020 |
News Room

MUI Kota Serang Kecam Pembuat Spanduk 'Takut Kok Dengan Corona'

Senin, 30 Mar 2020 | 14:57 WIB Dibaca: 526 Pengunjung

Spanduk bertuliskan 'takut kok sama corona'.*

SERANG, [NEWSmedia] - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mengecam pembuat dan pemasang spanduk yang bertuliskan 'Takut Kok Dengan Corona. Tuhan Di Anggap Apa? #Santuy'.

Pasalnya, MUI menilai spanduk yang terpampang di beberapa titik di Kota Serang, seperti di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Alun-alun Kota Serang dan pertigaan lampu merah Sempu, Kota Serang itu terkesan sombong dan tidak mau berusaha mencegahnya sebagai bagian dari ajaran di agama Islam.

"Kalimat di atas dan atau ucapan senada lainya tampak seperti benar, tetapi sesungguhnya tidak benar dan di dalamnya terdapat bentuk kesombongan. Seolah orang yang takut terpapar virus corona dianggap tidak takut kepada Tuhan," kata Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tajudin, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (30/03/2020).

Menurut Amas, pada hakikatnya (keimanan) setiap muslim apapun aliran pemikiranya meyakini bahwa corona berasal dari Tuhan yang Maha Kuasa, dan semua makhluk Nya akan kembali kepadaNya.

Kemudian, setiap orang atau makhluk akan tunduk pada takdirnya, kematian tidak akan terlambat atau mendahului sedikitpun, sekalipun digempur virus korona. Selanjutnya, usaha dan ikhtiar bagian dari yang diajarkan oleh Nabi dan Rasul nya, dilanjutkan tawakal kepada nya.

"Justru orang yang takut corona kemudian berupaya dan berikhtiar agar dirinya dan mengajak orang lain agar tidak terpapar virus tersebut, adalah sedang menjalankan perintah Tuhan," terangnya.

Amas menyebutkan, orang yang menulis kemudian memasang spanduk tersebut, dianggap gagal paham memaknai hakikat kehidupan. Karena Corona atau covid-19 dan penyakit lainnya memang berasal dari Tuhan. Sedangkan menghindari kerumunan massa, kontak fisik, pola hidup sehat dan bersih merupakan cara mencegahnya.

Sekretaris MUI ini pun membagikan kisah Sahabat Umar bin Khatab dalam sebuah perjalanan yang sahih (ke Syam), tiba disuatu tempat dikabarkan kepada Umar bin Khattab bahwa di Syam sedang terjadi wabah penyakit, lalu Umar bin Khatab membatalkan perjalan tersebut, kemudian ditegur oleh sahabat yang lain, apakah takut kepada wabah atau takut kepada Tuhan, dan Umar bin Khatab menjawab pada intinya menghindari terjangkit wabah adalah upaya ikhtiar takut kepada Allah sebagai bentuk tanggung jawab menyelamatkan umat dari wabah, seraya berkata : "menghindari takdir menuju takdir yang lain"

"Bukan berarti takut corona adalah tidak takut Tuhan, justru takut corona bagian dari takut kepada Tuhan, toh ikhtiar dan upaya menghindari corona adalah hakikatnya merupakan perintah Tuhan. Jadi sesungguhnya orang yang mengatakan kok takut corona bukan takut kepada Tuhan, adalah kesombongan yang dikedepankan, padahal sombong itu bukan miliknya (pembuat spanduk)," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

MUI Kota Serang Kecam Pembuat Spanduk 'Takut Kok Dengan Corona'

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top