Selasa, 20 Oktober 2020 |
News Gallery

Minta Traktir Budaya atau Tidak?

Rabu, 12 Okt 2016 | 09:00 WIB Dibaca: 887 Pengunjung

budaya traktir sana sini.*

[NEWSmedia] - Di Indonesia, ada kebiasaan yang cukup unik saat seseorang berulang tahun: ia akan diminta membelikan makanan, alias mentraktir orang-orang yang ia kenal. Tidak jelas kapan sebenarnya kebiasaan tersebut mulai diterima oleh masyarakat luas, namun ini bisa merambat ke hal-hal lain, seperti saat seseorang memperoleh bonus, promosi, atau bahkan berhenti kerja.

Kalimat sakti “traktir dong!” pun mampu membuat seseorang yang tiba-tiba punya uang ekstra menjadi bokek dalam sekejap. Ini salah satu alasan mengapa orang yang memenangkan lotere biasanya tidak menjadi lebih kaya atau bahkan jadi lebih miskin dari sebelumnya.

“Sebenarnya, ketika mentraktir teman-teman, kita mengharapkan mereka akan melakukan yang sama di waktu mendatang,” kata Rinta, 31, seorang karyawan swasta yang mentraktir beberapa mantan koleganya saat memutuskan pindah kerja tiga bulan lalu.

Ini tentu akan memberatkan kantong seandainya keputusan berhenti kerja tersebut tidak serta-merta diikuti oleh promosi jabatan atau kenaikan gaji di kantor baru.

Apa yang bisa kita lakukan: Ubah kebiasaan minta ditraktir menjadi bayar untuk diri sendiri.[rap/05]

Penulis: Newsmedia
Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Minta Traktir Budaya atau Tidak?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top