Selasa, 11 Mei 2021 |
News Room - Pendidikan - Pemerintahan

MI Mathlaul Anwar Serang Rela Berutang Demi Perbaiki Sekolah yang Rusak

Jumat, 28 Jul 2017 | 18:04 WIB Dibaca: 1007 Pengunjung

Kondisi ruangan kelas yang rusak di MI Mathlaul Anwar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Kamis (27/7/2017)

SERANG, [NEWSmedia] - Salah satu sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Serang mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan. Ruang kelas yang digunakan untuk belajar di kelas 4, 5 dan 6 dinding dan atap plafonnya rusak. Demi kelangsungan belajar mengajar, pihak sekolah sampai rela berhutang ke toko material untuk membeli bahan bangunan.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Anwar yang berlokasi di Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang kondisinya sangat memprihatinkan. Menurut Kepala Sekolah MI Mathlaul Anwar, Marlina mengatakan, sekolahnya tersebut telah berdiri sejak 1971. Di sekolahnya tersebut terdapat tiga lembaga pendidikan, yakni Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). 

Namun saat ini, kondisi sekolahnya sedang memerlukan bantuan rehab. Sebab, beberapa bagian bangunannya sudah rusak. “Perlu perbaikan atap, kusen, dan juga pintu yang sudah pada rusak,” ujar Marlina, Kamis (27/7/2017).

Ia menuturkan, rusaknya beberapa bagian ruang kelasnya tersebut sudah terjadi cukup lama, sejak dia masuk menjadi kepala sekolah pada 2015 lalu. Akibatnya, banyak murid yang sering tidak nyaman saat sedang belajar, terlebih jika kondisi hari sedang turun hujan. 

“Enggak konsen katanya belajar kalau hujan, karena banjir masuk ke ruangan. Airnya sampai semata kaki tiap kali hujan itu, karena atapnya bocor,” ujarnya.

Karena kondisi tersebut, Marlina mempunyai inisiatif dengan cara mengumpulkan uang sumbangan dari walimurid dan terkumpul Rp5 juta. Berbekal uang sumbangan tersebut, akhirnya dia memberanikan diri untuk mendatangi toko material. Beruntung pemilik material tersebut bersedia memberikan pinjaman untuk rehab tersebut. 
“Soalnya saya suka sedih, makanya kami datang ke material bagaimana caranya dengan uang segitu kami bisa dapat (rehab), untung ada material yang mau mengutangkan,” ucapnya.

Namun, uang Rp5 juta tersebut nyatanya masih jauh dari cukup. Sebab, untuk biaya material setidaknya membutuhkan uang sebesar Rp20 juta, ditambah uang untuk membayar para tukang yang bekerja. 

“Sama tukang itu hampir Rp20 juta dan belum terbayar. Tapi, sekarang masih bingung bagaimana pelunasannya, karena ada perjanjian Agustus nanti harus bayarnya. Mungkin gali lubang tutup lubang,” tuturnya.

Ia menuturkan, sejak 2015 lalu, sekolahnya tersebut memang sudah banyak mengalami kerusakan. Total ruang kelas di sekolahnya ada 6 kelas dengan total murid sebanyak 106 orang. Ada sekitar 30 orang tenaga pengajar di sekolahnya tersebut. Dari 6 ruang kelas tersebut, 3 di antaranya sudah mengalami kerusakan. 

“Yang kemarin diperbaiki itu ruang kelas 4, 5, dan 6,” katanya. 

Meskipun sudah bersusah payah untuk melakukan perbaikan, namun nyatanya sampai saat ini kondisi ruang kelasnya juga masih banyak yang belum memadai. Meja dan kursinya juga masih jauh dari kata nyaman.

“Meja kursinya sudah banyak yang rusak juga itu paling ditambal dan di paku lagi,” ujarnya.

Pihaknya sudah pernah mengajukan bantuan ke pihak Kementerian Agama, namun saat ini masih belum kebagian anggaran. Ia menuturkan, besarnya tekad untuk terus mengajar di sekolah tersebut, sebab melihat semangat anak-anak didiknya setiap hari yang tidak pernah patah semangat untuk terus belajar. Ia berharap, ke depan sekolahnya tersebut bisa lebih maju, seperti halnya sekolah lainnya. [KB]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

MI Mathlaul Anwar Serang Rela Berutang Demi Perbaiki Sekolah yang Rusak
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top