Sabtu, 23 Juni 2018 |
News Room - Hukum - Internasional

Merasa Berkepentingan, AS Kembali Adili Hambali Terduga Teroris asal Indonesia

Senin, 26 Jun 2017 | 18:16 WIB Dibaca: 781 Pengunjung

Hambali alias Encep Nurjaman alias Riduan Isamuddin tersangka kasus terorisme bom Bali 2002.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Hambali alias Encep Nurjaman alias Riduan Isamuddin tersangka kasus terorisme bom Bali 2002, yang ditahan oleh CIA sejak 2003 di penjara Guantanamo, kembali akan diadili oleh Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri merespons langkah AS yang kembali mengadili Hambali. Pemerintah Indonesia menyatakan, pengadilan kali ini untuk memberikan kepastian hukum terhadap Hambali.

Pria Indonesia itu dituduh sebagai dalang pemboman di Bali tahun 2002. Dia ditangkap di Thailand 2003 dan sejak itu ditahan CIA di penjara Guantanamo, setelah sebelumnya tidak pernah dikenai tuduhan melakukan pelanggaran.

Pihak jaksa pengadilan di AS kini mengajukan tuntutan atas tuduhan tindakan teror terhadap Hambali. Kasus ini jadi sorotan, karena pemboman yang dituduhkan terjadi di Bali, Indonesia, tapi AS merasa berkepentingan mengadili Hambali.

Dalam dokumen pengadilan sebagaimana dilaporkan Miami Herald, Hambali dituduh mengarahkan tiga pemboman bersamaan di Bali pada 12 Oktober 2002. Serangan ini menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia. Ini tercatat sebagai serangan paling mematikan di Indonesia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan kepada Fairfax Media bahwa pemerintah Indonesia mengetahui perkembangan dan memantau proses hukum terhadap Hambali.

”Ini adalah proses internal di AS dan bertujuan untuk memberikan transparansi dan kepastian hukum kepada Hambali,” katanya, yang dilansir Minggu (25/6/2017).

”Kami telah berkomunikasi dengan pengacara Hambali untuk memastikan bahwa hak hukumnya dihormati,” lanjut Arrmanatha.

Pada tahun 2008, Indonesia secara resmi meminta akses agar Hambali dapat diadili di Indonesia karena pemboman yang dituduhkan terjadi di Bali, Indonesia. Tapi AS menolak menyerahkannya. [Red/Snd]

Penulis: Red/snd
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Merasa Berkepentingan, AS Kembali Adili Hambali Terduga Teroris asal Indonesia
paslon 1 paslon 2 paslon 3 NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top