Jumat, 04 Desember 2020 |
News Room

Menkes Simulasikan Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza di Tangsel

Selasa, 19 Sept 2017 | 20:57 WIB Dibaca: 785 Pengunjung

Menkes RI, Nila F. Moeloek, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy dan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany pada acara simulasi penangulangan episenter pandemi influenza di Tangsel, Selasa (19/9/2017).*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Nila F. Moeloek melakukan sosialisasi terhadap penangulangan episenter pandemi influenza di Gedung Graha Widya Bakti, Puspitek, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Selasa (19/9/2017).

Pada kesempatan itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Nila F. Moeloek mengungkapkan, Indonesia beresiko menjadi episenter pandemi influenza, baik flu burung (H5N1), flu babi (H1N1) atau virus jenis H7N9.

"Indonesia berisiko menjadi episenter pandemi influenza, baik flu burung (H5N1), flu babi (H1N1) atau virus jenis H7N9. Oleh karenanya, simulasi ini perlu dilakukan sebagai upaya kesiagaan apabila virus tersebut mewabah ke Indonesia," kata Nila.

Ia menjelaskan, di Indonesia saat ini, keberadaan virus H7N9 pada unggas atau manusia tidak terkonfirmasi, namun, banyaknya perdagangan unggas dari China ke Indonesia maupun burung liar (burung migrasi) dari China yang melintas di Indonesia menimbulkan risiko masuknya H7N9.

“Kita harus mengerti keadaan iklim. Kita tidak tahu penyakit apa yang akan terjadi, namun ini merupakan wabah yang perlu kita hadapi dan harus siap semuanya, termasuk sarana, SDM, terutama mansyarakat bila terjadi wabah influenza,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, Kota Tangerang dipilih sebagai lokasi simulasi, karena kasus flu burung pertama kali di Indonesia pada 2005 lalu terjadi di kota tersebut

"Meski diselenggarakan di Tangerang Selatan, simulasi ini dapat diadaptasi oleh provinsi maupun Kabupaten dan Kota lain di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menjelaskan, dari tahun 2005 sampai tahun 2017, di Provinsi Banten terjadi 34 kasus avian influenza dan 31 di antaranya meninggal dunia.

“Dalam konteks ini, Provinsi Banten menjadi provinsi ketiga tertinggi (Rawan penyebaran-red) setelah DKI dan Jawa Barat. Tentunya ini menjadi konsen kita bersama. Untuk itu perlu rasanya duduk bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan influenza ini,” pungkasnya. [hms]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Menkes Simulasikan Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza di Tangsel
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top