Kamis, 13 Mei 2021 |
News Room - Politik

Menjadikan AHY Sebagai ‘The Next Leader’ Indonesia

Senin, 12 Mar 2018 | 16:33 WIB Dibaca: 980 Pengunjung

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Repro Instagram @agusyudhoyono)

JAKARTA, [NEWSmedia] - Agus Harimurti Yudhoyono atau yang dipopulerkan dengan sebutan AHY tampil menyampaikan pidato politik pada penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2018 Partai Demokrat yang digelar di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/3/2018).

Putra pertama mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berpidato sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

AHY diberi panggung dalam forum Rapimnas 2018 Partai Demokrat yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan seluruh kader Partai Demokrat dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah tokoh nasional juga hadir menyaksikan pidato politik AHY, seperti mantan Wakil Presiden Boediono, Agung Laksono, dan sejumlah menteri di kabinet Presiden SBY.

Bagian pidato politik AHY secara jelas mengarah pada kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Secara tersirat, AHY bahkan menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi kepada negara, yang dapat diartikan siap maju di Pilpres 2019.

“Tahun depan, tepatnya tanggal 17 April 2019, insya Allah bangsa Indonesia akan kembali mengukir tonggak sejarah yang baru. Di hari itu, akan digelar pemilihan umum, sebuah perhelatan akbar demokrasi yang sangat penting. Di hari tersebut, rakyat Indonesia akan menjatuhkan pilihannya, siapa yang hendak diberikan mandat dan amanah untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Kita akan memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang akan mengembang tugas lima tahun berikutnya,” kata AHY.

“Seperti yang sudah berkali-kali saya sampaikan dalam pidato ini, tentang kesiapan dan kesempatan. Saya siap untuk meraih dan memperjuangkan kesempatan saya untuk memberikan kontribusi terbaik untuk NKRI,” tutur AHY.

Agenda Rapimnas 2018 Partai Demokrat menjadi panggung politik bagi AHY yang secara nampak dipersiapkan menjadi ‘The Next Leader’ di Partai Demokrat. Sejumlah pengamat bahkan menilai, Partai Demokrat, khususnya Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono mempersiapkan AHY untuk maju di Pilpres 2019.

AHY di panggung Rapimnas 2018 Partai Demokrat, Minggu (11/3/2018). (Foto: jpnn)

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, pasca kekalahan di Pilkada DKI Jakarta, karier politik AHY langsung diselamatkan dengan menunjuk AHY sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute dan kemudian didaulat memimpin tim pemenangan pemilu Demokrat sebagai Ketua Komando Tugas Bersama (Korgasma).

“Ini adalah upaya nyata menyelamatkan karier politik AHY sekaligus dipersiapkan untuk Pemilu 2019," ujar Adi seperti dikutip dari SINDOnews, Senin (12/3/2018).

Adi yang merupakan akademisi UIN Jakarta ini pun mengatakan, tidak ada pilihan lain bagi SBY dan Demokrat untuk melanjutkan trah Cikeas dan merawat marwah partai dengan mempersiapkan AHY sebagai politisi masa depan.

Menaikkan Posisi Tawar AHY

Sementara Direktur eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, SBY secara implisit menginginkan agar Joko Widodo (Jokowi) menggandeng AHY di Pilpres 2019. Jika tidak diakomodasi, bisa saja arah politik Patai Demokrat kepada Jokowi menjadi berubah.

"Kemungkinan adalah akomodasi politik yang tidak atau belum sesuai dengan harapan. Per hari ini kalau menurut saya, aspirasinya pak SBY itu masih sangat tinggi, yaitu ingin supaya Agus digandeng sebagai wakil," kata Qodari, seperti dikutip dari Republika, Senin (12/3/2018).

Ia mengatakan, dengan istilah 'bersama kita memajukan Capres dan Cawapres', hal itu memberikan kesan implisit SBY sebagai Ketum Partai Demokrat untuk menggandengkan Agus Harimurti dengan Jokowi.

Namun, Qodari juga memperkirakan SBY mempunyai pengalaman pada saat mencari calon wakil presiden pada Pilpres 2009 lalu. Pada saat itu, tak mudah menggandeng calon wakil presiden dari partai politik. Sehingga, menurut Qodari, porsi yang tepat dan terbaik bila Partai Demokrat terus merapat kepada Jokowi adalah penempatan pada jajaran kabinet.

AHY bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu.*

“Kalau Agus itu diakomodasi di kabinet, saya kira sudah merupakan porsi yang pas dan tepat bagi pembelajaran sekaligus pentas politik bagi AHY untuk masa depan politik pribadi maupun masa depan politik Partai Demokrat," jelasnya.

Disiapkan Sejak Pilkada DKI Jakarta

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan AHY adalah tokoh baru yang sudah disiapkan partainya sejak setahun lalu. AHY telah dikenal publik saat mengikuti pemilihan Gubernur DKI Jakarta setelah melepas karir militernya.

Menurut Hinca, Rapimnas 2018 Partai Demokrat menjadi tanda ‘kelahiran’ politik AHY, dengan memberikan kesempatan berpidato pada acara puncak acara Rapimnas. “Saya kira siapapun yang mendengar pidato tadi terkesima," ujar Hinca.

"Yang menonton itu bilang, the new leader was born. Pemimpin baru sudah lahir,” kata Hinca, seraya mengaku telah mendapat ribuan pesan dalam telepon genggamnya menanggapi pidato AHY.

Secara tegas, Hinca berharap para pemimpin partai politik bersedia mempertimbangkan AHY untuk duduk bersama merancang Indonesia ke depan. Tak terkecuali, Presiden Joko Widodo. “Saya kira Presiden Jokowi juga menonton, melihatnya, dan saya kira menarik untuk mempertimbangkannya,” ucap Hinca, yang juga berharap masyarakat menerima AHY sebagai tokoh baru di dunia politik.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partainya menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai calon pemimpin masa depan sebagai regenerasi kepemimpinan SBY. Menurut dia, AHY dipilih lantaran kiprahnya.

"Dari internal, sosok yang paling menonjol dan diterima adalah sosok AHY," kata Syarief di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 11 Maret 2018.

Ikon Milenial Partai Demokrat

Bahkan lanjut Syarief, kader Demokrat juga tampak menginginkan AHY sebagai ikon partai. Oleh karena itu, sangat tepat AHY ditempatkan pada jabatan strategis yaitu sebagai Kogasma Pemenangan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, termasuk diberi panggung menyampaikan pidato politik di puncak acara Rapimnas Partai Demokrat Minggu (11/3/2018) malam.

Dalam pidato politiknya semalam, AHY menyatakan secara jelas bahwa Partai Demokrat membidik suara kaum milenial. Menurutnya, pemilih muda di Pemilu 2019 jumlahnya mencapai 50 persen. “Artinya, itu lebih dari setengah dari jumlah pemilih, dan Partai Demokrat harus bisa mengambil hati para kaum milenial tersebut," ujar AHY.

Dikatakan AHY, Partai Demokrat akan menyasar 52 persen pemilih muda atau sebanyak 100 juta orang di Pemilu 2019. Jumlah tersebut merupakan kaum muda yang berusia antara 17-35 tahun. “Tidak sedikit yang merupakan pemilih pemula. Kita, Partai Demokrat, harus memenangkan hati dan pikiran anak-anak muda ini,” kata AHY. [sin/rep/tem/ard]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Menjadikan AHY Sebagai ‘The Next Leader’ Indonesia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top