Senin, 21 Mei 2018 |
News Room

Mengupas Keunikan Masjid Kuno Kaujon Kota Serang

Selasa, 10 Okt 2017 | 07:10 WIB Dibaca: 794 Pengunjung

Masjid Kuno Kuno Kaujon di Kampung Kaujon Pasar Sore, Desa Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang

SERANG, [NEWSMedia] - Masjid Kuno itu terletak di Kampung Kaujon Pasar Sore, Desa Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang Provinsi Baten. Masjid yang berdiri di atas pondasi masif yang tingginya mencapai 60 cm dengan ruang utama masjid berbentuk segi empat dengan ukuran 10 x 10 m, dilapisi dengan tegel berwarna putih.

Penyebutan nama kaujon, diambil dari salah seorang tokoh masyarakat yang ada di daerah tersebut, yakni Ki Uju (sebutan dari masyarakat dan pemerintah kolonial Belanda).

Teka-teki tentang awal mula berdirinya Masjid Kuno Kaujon itu masih menjadi perdebatan. Karena orang tua dari para sesepuh  (tokoh masyarakat terdahulu) pun tidak menceritakannya. Tidak ada buku atau catatan yang tertulis mengenai masjid tersebut.

Meski demikian, jika dilihat dari sisi sejarah masa pemerintah kolonial Belanda yang pindah dari Banten Lama ke Serang pada tahun 1830, masjid tersebut diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-17 atau abad ke-18.

Hal itu dibuktikan dengan adanya jembatan yang berada persis di depan masjid itu yang dibangun pada masa pemerintah kolonial Belanda tahun 1875.

"Untuk awal mula berdirinya masjid ini, jangankan saya, orang tua terdahulu pun tidak mengetahuinya," kata salah satu tokoh masyarakat setempat, Nurdin Abadi saat ditemui NEWSmedia, Senin (9/10/2017).

Meski Masjid itu telah direnovasi pada masa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1837, saat ini pemerintah dan masyarakat setempat sangat menjaga keaslian dari arsitektur masjid tersebut.

Selain itu, di masjid tersebut ada makam kuno yang dipercaya oleh masyarakat setempat ialah makam sesepuh mereka jaman dahulu yaitu Makam Nyi Ratu Maemunah.

Bagian dalam Masjid yang terdapat corak hiasan nanas dibagian atas mimbar imam.

Masjid yang didominasi oleh warna hijau dan kuning ini memiliki corak hiasan nanas dibagian atas mimbar imam yang telah ada sejak masjid ini berdiri, ada nanas yang sudah terkupas dan ada juga nanas yang belum terkupas kulitnya.

Nanas yang belum terkupas kulitnya, menggambarkan manusia yang kotor dan penuh dosa, sementara nanas yang sudah terkupas kulitnya, menggambarkan manusia yang bersih karena telah bertaubat.

"Kita lihat sifat nanas. kalau misal mangga, kita makan dan bijinya lalu dibuang, akan kembali tumbuh menjadi pohon mangga.  Berbeda dengan nanas, apabila kita makan, maka tidak akan kembali menjadi pohon nanas. Itu yang selalu diingatkan oleh para ulama terdahulu, apabila kita sudah bertaubat, jangan sekali-kali kita kembali ke jalan yang salah," pungkasnya. [MG-1]

Penulis: Mg 1
Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mengupas Keunikan Masjid Kuno Kaujon Kota Serang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top