Kamis, 23 November 2017 |
News Room - Hukum

Mengulas Sosok Tb Iman Ariyadi, Wali Kota Cilegon Kedua yang 'Digarap' KPK

Senin, 25 Sept 2017 | 10:38 WIB Dibaca: 552 Pengunjung

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi menggunakan rompi tahanan KPK usai diperiksa selama 24 jam di gedung KPK, Sabtu (23/9/2017) dinihari. Iman bersama lima orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin amdal pembangunan Transmart di Cilegon.*

CILEGON, [NEWSmedia] - Tim penindakan KPK pada Jumat (22/9/2017) malam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Cilegon. Pengembangan dari OTT, KPK menetapkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi beserta lima orang lainnya sebagai tersangka atas dugaan suap pengurusan izin pembangunan pusat perbelanjaan Transmart.

Siapa sosok Tb Iman Ariyadi dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi kepala daerah yang berujung perkara di KPK?

Tubagus Iman Ariyadi merupakan politisi Partai Golkar yang lahir di Serang, Banten, pada 19 Juli 1974. Ia merupakan putra mantan Wali Kota Cilegon, Tb Aat Syafaat (almarhum) yang juga pernah ditangkap KPK terkait kasus korupsi Pelabuhan Kubangsari. Sebelum meninggal dunia awal 2017, ayah Iman Ariyadi sudah menjalani hukuman penjara selama 3 tahun lebih.

Iman Ariyadi sempat muncul sebagai salah satu tokoh muda di Banten, karena keaktifannya mengurus dan membina beberapa organisasi kepemudaan, seperti KNPI. Kini, Iman menjabat sebagai Ketua Korps Alumnhi Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Provinsi Banten.

Karier politik Tb Iman Ariyadi berawal di Pemilu Legislatif 2004. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Banten dari Partai Golkar. Ia pun melenggang ke Senayan, setelah terpilih menjadi anggota DPR-RI pada Pemilu Legislatif 2009.

Iman dilantik menjadi anggota DPR-RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan Banten II (Serang-Cilegon). Namun pada 2010, Iman mundur dari DPR-RI untuk mencalonkan di Pilkada Cilegon. Jabatan politik Iman moncer. Ia terpilih menjadi Wali Kota Cilegon periode 2010-2015.

Mulus menjabat Wali Kota Cilegon di periode pertama, lulusan Pondok Pesantren Daar El-Qalam, Gintung, Balaraja ini kembali terpilih menjadi Wali Kota Cilegon untuk periode 2016-2021 pada Pilkada serentak tahun 2015.

Berita terkait: Wali Kota Cilegon Jadi Tersangka Suap Perizinan Transmart, Ini Penjelasan KPK

Di Kota Cilegon, Iman Ariyadi disebut sebagai 'Putra Mahkota', karena sebagai pewaris kekuasaan politik ayahnya, Tb Aat Syafaat yang merupakan politisi senior Partai Golkar. Beberapa jabatan yang pernah diduduki ayahnya, turun ke Iman Ariyadi. Iman kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon yang sebelumnya dipimpin ayahnya.

Iman Ariyadi juga merupakan pejabat negara yang 'aktif' sebagai pengusaha. Suami dari Ida Farida itu memiliki beberapa bisnis, seperti perhotelan (Grand Mangkuputra Hotel dan Mangkuputra Hotel). Iman juga memiliki bisnis Batching Plant yang memproduksi beton untuk kebutuhan pembangunan (ASA Beton).

Iman Ariyadi adalah bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya yakni Ratu Ati Marliati dan Tubagus Ade Hidayat. Ratu Ati merupakan PNS di Pemkot Cilegon, kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sementara Tubagus Ade Hidayat adalah kakak Iman Ariyadi yang berkarier sebagai anggota Polri dengan jabatan sekarang Komisaris Besar Polisi (Kombespol).

Kader Golkar 'gerbong' Akom 

Di Partai Golkar, Iman Ariyadi berada di faksi Ade Komarudin. Ia merupakan Ketua Umum Soksi Banten. Soksi merupakan organisasi sayap Partai Golkar.

Namun, Iman dikabarkan tidak lagi memiliki hasrat di dunia politik. Ia sepertinya lebih memilih jalur usaha sambil menunggu masa jabatannya sebagai Wali Kota Cilegon berakhir pada 2021.

"Tidak ada target-target politik ke depan. Ke provinsi (mencalonkan Gubernur atau Wakil Gubernur Banten) juga nggak ada target. Beliau nggak punya target politik ke depan," ujar salah seorang kerabat dekat Iman yang enggan ditulis identitasnya.

Mengulas soal latar belakang pendidikannya, Iman adalah lulusan S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati, Bandung. Ia lulus 1993 pada jurusan komunikasi penyiaran Islam.

Iman kemudian melanjutkan pendidikan S2 ke Universitas Trisakti. Tahun 2001, dia berhasil memperoleh gelar Magister Manajemen. Dia juga mengambil kuliah pasca sarjana ilmu politik di Universitas Indonesia. Tahun 2009, Iman lulus dengan status cumlaude. Iman Ariyadi juga berhasil menamatkan pendidikan Doktoral Ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Kini, Iman ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Setelah menjalani pemeriksaan selama 24 jam, Iman resmi menjadi tahanan KPK pada Minggu (24/9/2017) dinihari.

Sementara, tersangka lainnya yakni Legal Manager PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Eka Wandoro, ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat. Kemudian, Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo, ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Satu tersangka lainnya, yakni Hendry, ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat. Sementara itu, KPK mengimbau Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tubagus Dony Sugihmukti untuk segera menyerahkan diri kepada KPK. [ard/idr/kom]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Mengulas Sosok Tb Iman Ariyadi, Wali Kota Cilegon Kedua yang 'Digarap' KPK
Top