Selasa, 01 Desember 2020 |
News Room

Mengenang Agresi Belanda di Banten Selatan, Warga Lakukan Ritual Khusus di Hari Pahlawan

Sabtu, 12 Nov 2016 | 00:49 WIB Dibaca: 1933 Pengunjung

Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memperingati Hari Pahlawan bersama warga Desa Suwakan, Bayah, Kab. Lebak, Kamis (10/11/2016) dinihari.*

LEBAK, [NEWSmedia] - Peringatan Hari Pahlawan meninggalkan kisah bagi warga di Desa Suwakan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat setempat menjadikan momentum tersebut sebagai hari yang sakral dengan melakukan ritual khusus di malam menjelang 10 November.

Kesakralan Hari Pahlawan bagi warga di ujung Banten Selatan itu ditandai dengan beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian ritual khusus pada Rabu (9/11/2016) malam. Saat itu, seluruh warga di Desa Suwakan, Kecamatan Bayah meninggalkan rumah, berkumpul di suatu tempat.

Tidak hanya orang tua, remaja hingga anak-anak juga ikut dalam acara yang menjadi tradisi tahunan di kampung setempat. Pada malam itu, kondisi kampung sengaja dibuat gelap, warga berkumpul mengikuti zikir disertai renungan yang dipimpin tokoh masyarakat desa setempat.

Batang-batang obor yang menyala, menerangi pekarangan rumah-rumah warga. Acara zikir dan renungan pun semakin bermakna. Tepat memasuki pukul 00.00 WIB, warga pun turun dari tempat renungan dan mengakhiri zikir bersama.

Mereka tidak pulang, tetapi melanjutkan pawai obor keliling kampung. Ada satu tamu istimewa yang hadir bersama warga dalam peringatan Hari Pahlawan di kampung setempat. Tamu yang dimaksud adalah Andika.

Andika Hazrumy, calon Wakil Gubernur Banten pada kesempatan ini hadir menjadi tamu undangan yang turut serta dalam tradisi dalam rangka peringatan Hari Pahlawan bersama warga di Desa Suwakan. Putra mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ini mengikuti rangkaian acara, mulai dari zikir bersama, renungan dilanjut pawai obor bersama ribuan warga.

Lantunan Salawat pun mengiringi proses pawai obor. Di saat inilah momentum puncak terjadi. Ribuan warga membawa obor berjalan mengelilingi kampung, melintasi jalur yang pernah menjadi saksi atas pengejaran beberapa pahlawan oleh pasukan Belanda yang kala itu melakukan agresi, untuk menguasai wilayah Bayah.

Dalam agresi itu, beberapa pahlawan gugur dan tempat itu menjadi tempat pemakaman mereka. Tiga dari beberapa pahlawan yang gugur adalah warga asli kampung ini.

“Anak dan cucu pahlawan yang gugur hingga saat ini masih ada. Bahkan beberapa saksi saat penyerangan Belanda ke kampung ini hingga sekarang masih hidup,” kata Igud Sujana, salah seorang warga Suwakan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Igud yang merupakan pimpinan sanggar debus di desa ini pun menjelaskan, tradisi yang dilakukan masyarakat ini merupakan ritual setiap kali memperingati hari besar pahlawan. Ritual ini untuk mengenang jasa pahlawan di kampungnya yang saat itu berupaya mempertahankan desanya dari serangan tentara Belanda.

“Belanda saat itu sangat berkepentingan untuk menguasai Bayah secara umum, termasuk desa kami. Alasannya karena untuk menguasai tambang di wilayah ini,” tuturnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut 1 Andika Hazrumy yang ikut dalam pawai obor mengaku bangga bisa ikut memperingati Hari Pahlawan di tempat yang memiliki sejarah perjuangan ini.

Pasangan dari calon Gubernur Banten Wahidin Halim ini mengaku sangat kagum dengan rasa nasionalisme dan spirit perjuangan yang masih melekat di masyarakat Desa Suwakan, Kecamatan Bayah.

“Ini adalah tradisi yang mengingatkan kita semua terhadap sebuah nilai-nilai. Spirit masyarakat di sini harus jadi motivasi bagi kita rakyat Indonesia, khususnya masyarakat di Banten untuk memiliki daya juang untuk menjaga keutuhan NKRI. Tradisi ini sungguh membuat saya terpukau sekaligus kagum,” kata Andika.

Andika juga mengaku tidak menyangka, daerah pedalaman yang terisolasi karena akses jalan yang rusak dan terjal ini menyimpan kearifan lokal yang bernilai ideologis, yakni memuat spirit perjuangan para pendahulu.

“Saya kira, tradisi ini sangat perlu dilestarikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah. Perlu kiranya, nanti dibuat museum sejarah yang memuat konten perjuangan warga lokal dan nasional. Selanjutnya, akses infrastruktur menuju kampung ini diperbaiki dan mengurangi tingkat kecuramannya,” ujarnya. [bud]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mengenang Agresi Belanda di Banten Selatan, Warga Lakukan Ritual Khusus di Hari Pahlawan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top