Rabu, 14 November 2018 |
Pariwisata - News Gallery

Mengenal Tumbilotohe, Festival Unggulan Gorontalo untuk Tarik Wisatawan Muslim

Sabtu, 28 Apr 2018 | 16:09 WIB Dibaca: 235 Pengunjung

Fistival Tumbilotohe.*

[NEWSmedia] - Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim, memiliki potensi besar dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis "halal tourism" (wisata halal). Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas wisata halal memang tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dan kini berhasil menarik perhatian sejumlah negara untuk turut mengembangkannya.

Bagaimana tidak, sebagian besar wisatawan yang mengincar wisata ini pada dasarnya berasal dari negara-negara Timur Tengah yang umumnya sering memboyong kerabat dan keluarga besar mereka untuk berlibur ke suatu tempat. Hal ini tentu menjadi sebuah peluang emas bagi Indonesia untuk menggaet para wisatawan tersebut agar tertarik menyambangi Tanah Air. 

Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk mendukung sejumlah daerah di Indonesia yang tertarik mengembangkan wisata halal.

Setelah Lombok, Padang, Banyuwangi, dan Aceh, kini Pemerintah Provinsi Gorontalo telah berkomitmen untuk membangun sarana dan prasana yang dapat menunjang aktivitas wisata halal di daerah mereka.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Nancy Lahay, Gorontalo sangat berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata halal unggulan Indonesia, mengingat mayoritas penduduk yang ada di daerah tersebut beragama Islam.

"Hampir 99% masyarakat di Gorontalo itu Muslim, sehingga kami memiliki komitmen kuat untuk membangun wisata halal dan lingkungan berbasis masyarakat. Kenapa lingkungan dimasukkan? karena dalam berwisata itu lingkungan harus selalu dijaga. Kalau tidak, destinasi kita akan pudar dengan sendirinya," tutur Nancy Lahay.

Terkait produk dan sumber daya manusia, Nancy menegaskan bahwa Provinsi Gorontalo telah siap melaksanakan sertifikasi produk secara besar-besaran demi mendukung program wisata halal tersebut.

"Kami juga punya MUI. Kami berharap mereka bisa membantu mensertifikasi semua produk-produk yang ada di Gorontalo. Paling tidak setiap tahun mensertifikasi 250 - 500 produk baik itu rumah makan, restoran, maupun hotel. Semuanya harus punya sertifikat halal," imbuhnya.

Nancy mengatakan, menjelang bulan Ramadhan ini masyarakat Gorontalo telah mempersiapkan diri untuk menggelar Festival Tumbilotohe yang diselenggarakan empat hari sebelum lebaran. Tumbilotohe sendiri merupakan tradisi memasang lampu minyak yang kemudian diletakkan di halaman, genteng rumah, bahkan hingga di sawah-sawah milik penduduk.

Tradisi dikabarkan sudah berlangsung sejak abad ke-15, dan masih terus dilestarikan hingga saat ini. Nancy mengatakan, ada sebuah kepercayaan yang diturunkan oleh para "orang tua" tempo dulu, bahwa 10 hari sebelum Lebaran, itu merupakan momen turunnya malam Lailatul Qadar.

"Ada kepercayaan di Gorontalo bahwa dengan memasang lampu dan menurunkan foto-foto di rumah, Lailatul Qadar bisa masuk ke dalam rumah. Di tempat-tempat tertentu kita juga memasang arkus, terbuat dari bambu kuning dan janur kuning," papar Nancy.

Setelah menikmati gemerlap lampu-lampu minyak, sebagian orang biasanya akan mampir ke pasar senggol untuk sekadar berwisata kuliner, atau membeli keperluan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Mengenal Tumbilotohe, Festival Unggulan Gorontalo untuk Tarik Wisatawan Muslim

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top