Selasa, 20 Oktober 2020 |
News Gallery - Lifestyle

Mengenal Kejang Demam pada Anak

Rabu, 07 Jun 2017 | 09:30 WIB Dibaca: 638 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Demam pada anak merupakan hal yang biasa. Namun, jika kejang terjadi pada saat demam maka perlu diwaspadai. Dokter spesialis anak RS Sariasih Ciputat Tubagus Ferdi Fadilah, SpA., M.Kes mengatakan kejang saat demam dapat terjadi akibat peningkatan suhu di hipotalamus, otot, kulit, dan jaringan tubuh yang lain, yang akan di sertai pengeluaran mediator sitokin (zat kimia peradangan)  seperti epinefrin, prostagladin, interleukin (IL)-1β.  

Zat-zat tersebut kemudian merangsang  peningkatan potensial aksi pada sel-sel saraf, dan merangsang perpindahan ion-ion Natrium, ion-ion Kalium dengan cepat dari luar sel menuju ke dalam sel. Peristiwa inilah yang diduga dapat meningkatkan fase depolarisasi sel saraf dengan cepat sehingga timbul kejang.

Tubagus menjelaskan kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh, yang tidak disebabkan oleh proses intrakranial (didalam susunan saraf pusat/otak), tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat , bukan karena gangguan elektrolit (mineral) akut, metabolik,  serta tidak ada riwayat kejang tanpa demam (epilepsi/ayan) sebelumnya.

"Kejang demam biasanya terjadi pada usia 6 bulan - 5 tahun.  Sebanyak 85 persen diusia kurang dari 4 tahun dengan angka insidensi atau kejadian tersering pada usia 18 bulan," kata dia.

Anak yang berumur 1-6 bulan, kata Tubagus masih dapat mengalami kejang demam, namun jarang sekali. Bila anak berumur kurang dari 6 bulan mengalami kejang yang didahului oleh demam, maka harus difikirkan kemungkinan lain, terutama adanya infeksi di susunan saraf pusat (otak) nya.

Kejang demam yang berlangsung singkat (kurang dari 15 menit) dengan bentuk kejang seluruh tubuh serta tidak berulang dalam waktu 24 jam dinamakan kejang demam sederhana. Kejang demam sederhana ini merupakan 80 persen diantara seluruh kejang demam. Sebagian besar kejang demam sederhana ini berlangsung kurang dari 5 menit dan berhenti sendiri. 

Bila kejang terjadi lebih dari satu kali dalam satu hari dan diantara bangkitan kejang anak nampak sadar, kejang lama lebih dari 15 menit atau kejang hanya satu sisi maka disebut kejang demam kompleks. Kejang berulang ini terjadi pada 16 persen pada anak yang mengalami kejang demam, sedangkan kejang lebih dari 15 menit terjadi pada 8 persen saja.

Kejang demam diturunkan secara dominan autosomal sederhana artinya adalah sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosom yang bersifat dominan dan dapat diturunkan pada laki laki atau perempuan.

Sifat tersebut mungkin ada pada orang tua laki-laki ataupun perempuannya. Sekitar 50 persen anak yang dilahirkan akan memiliki sifat tersebut meskipun salah satu pasangan tidak memiliki sifat ini. Pola pewarisan ini bersifat vertikal, artinya tiap generasi yang ada pasti ada yang memiliki sifat ini. Bila sifat yang diwariskan berupa penyakit keturunan, anak anak yang tidak menderita penyakit ini bila menikah dengan pasangan yang normal, maka keturunan yang dihasilkan juga akan normal juga. [rpk]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Mengenal Kejang Demam pada Anak
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top