Sabtu, 21 April 2018 |
Kesehatan - News Gallery

Mengenal Brugada Syndrome, Penyakit Jantung yang Mematikan

Jumat, 30 Jun 2017 | 00:02 WIB Dibaca: 676 Pengunjung

Foto Ilustrasi

[NEWSmedia] - Dokter anestesi Stefanus Taofik menjadi perhatian warga net setelah meninggal dunia saat bertugas di libur lebaran lalu. Disebut dalam akun twitter @BlogDokter, sang dokter menghembuskan napas terakhir akibat kelelahan karena bertugas empat hari berturut-turut demi memberi kesempatan rekannya berlibur lebaran.

Namun, beredar informasi dari WhatsApp grup para petugas medis menyebut bahwa sesungguhnya dr Stefanus Taofik, SpAn menderita Brugada Syndrome.

Apa sebenarnya penyakit tersebut? pada penjelasannya, disebut bahwa itu adalah salah satu bentuk Aritmia Maligna karena Chanelopathy dan merupakan kelainan genetik pada pembuluh darah koroner.

Penderita umumnya pria, dan bisa terjadi saat sedang tidur. Penderita Brugada Syndrome (BS) bisa dideteksi melalui rekaman alat EKG yang saat ini sudah umum ada di berbagai pusat kesehatan.

Jika ditemukan adanya BS pada seseorang, maka perlu dilakukan stratifikasi risiko oleh pihak medis.

Orang yang mengalami sindrom tersebut sangat beresiko mengalami kematian mendadak atau sudden cardiac death (SCD) saat tidur, disebabkan oleh gangguan irama jantung berupa  VT/VF.

Untuk mencegah resiko terburuk itu, umumnya dokter menyarankan dilakukan pemasangan Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

Untuk antisipasi, jika Anda mengalami gejala seperti rasa jantung berdebar atau tidak nyaman pada dada bagian kiri maka segera periksakan diri ke dokter agar dilakukan rekam jantung memakai EKG, siapa tahu itu adalah Brugada Syndrome. [sdm]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mengenal Brugada Syndrome, Penyakit Jantung yang Mematikan

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top