Selasa, 02 Maret 2021 |
News Room

Mendagri Sebut Indonesia di Bawah Ancaman Serangan Siber

Selasa, 24 Jul 2018 | 19:35 WIB Dibaca: 505 Pengunjung

Mendagri Tjahjo Kumolo setelah diskusi panel di Jakarta, Selasa (24/7/2018).*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan, di era digital saat ini, ancaman datang tidak lagi bersifat konvensional, namun ancaman yang massif juga menyasar via jalur maya.

Bahkan menurutnya, seiring dengan perkembangan zaman, ancaman siber dari tahun ke tahun terus meningkat, dengan demikian, perlu upaya yang serius untuk menangkalnya.

"Seiring itu, wajah ancaman pun berubah. Ancaman tak lagi lewat cara konvensional, mengandalkan kekuatan militer. Tapi ancaman masuk lewat kanal informasi, infrastruktur informasi kritis merupakan titik serang paling krusial," kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi, peningkatan serangan siber pada 2014 berdampak pada 11 juta identitas dan meningkat pada 2015, menjadi 13 juta yang kemudian naik lagi pada 2016 yang berdampak pada  15 juta identitas.

"Pada tahun 2017 Indonesia sendiri tercatat sebagai 10 negara yang menjadi target penyerangan siber," jelasnya.

Ia menuturkan, dari sisi regulasi, pihaknya telah mengubah Permendagri Nomor 43 Tahun 2015 menjadi Permendagri Nomor 8 Tahun 2018 tentang perencanaan, pengembangan, pemantauan dan evaluasi sistem informasi.

"Kami juga dari tahun 2016 sampai tahun 2017, telah melaksanakan kegiatan assessment keamanan sistem dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Kemendagri bekerja sama dengan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN)," tuturnya.

Selain itu, ia juga mendukung penuh segala upaya untuk menangkal serangan tersebut, salah satunya lewat     penataan ulang regulasi terkait ancaman siber yang bekerja sama dengan BSSN.

"Kami juga sadar, ini butuh dukungan SDM yang kompatibel dan mampu menjadi personil dalam bidang siber itu sendiri. Kami juga mendukung dari  penganggaran," pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mendagri Sebut Indonesia di Bawah Ancaman Serangan Siber
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top