Minggu, 24 Maret 2019 |
News Room

Mendagri No Comment Soal 'Australia Gate' Rano Karno

Sabtu, 19 Nov 2016 | 18:59 WIB Dibaca: 9496 Pengunjung

Rano Karno (tampak belakang menggunakan tas) bersama pejabat Banten saat berbincang dengan Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dan Konjen Perth, di Australia. (Foto: Ist)

SERANG, [NEWSmedia] – Keberadaan Gubernur non-aktif Banten, Rano Karno dalam acara Indonesia Bussiness Summit 2016 di Perth, Australia masih memunculkan tanda tanya. Apalagi, Rano Karno yang sudah bukan Gubernur Banten karena cuti mencalonkan di Pilkada 2017, kabarnya ikut melakukan pertemuan dengan investor dan pengusaha di Malaysia bersama beberapa pejabat Pemprov Banten.

Keberadaan Rano Karno di Australia telah diakui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BKPMPT) Banten Babar Suharso. Namun keterangan dua pejabat yang juga ikut pergi ke Australia pada saat itu, berbeda.

Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso mengakui Rano Karno ikut dalam pertemuan dengan pengusaha Malaysia dan pejabat PT Pelindo II Ciwandan serta direksi PT Banten Global Development, sedangkan Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan Rano Karno tidak ikut bertemu pengusaha.

Simak: Soal Rano Karno di Australia, Pengakuan Kepala BKPMPT Dengan Sekda Banten Berbeda

Sekda Banten Ranta Soeharta juga mengatakan, keberangkatan dirinya dan beberapa pejabat Pemprov Banten ke Australia atas disposisi Rano Karno sebelum cuti dari jabatan Gubernur Banten, dan telah mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Berkaitan dengan itu, NEWSmedia mencoba mengkonfirmasi kepada Mendagri Tjahjo Kumolo yang kebetulan datang menghadiri acara di Pendopo Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Jumat (18/11/2016).

Namun Mendagri sama sekali tidak memberi jawaban meski beberapa awak media juga mengkonfirmasi terkait hal tersebut. Tjahjo Kumolo langsung bergegas ke mobilnya untuk pulang tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Begitu pun saat dikonfirmasi melalui whatsapp messenger, mantan Sekjen PDI Perjuangan itu tidak memberikan jawaban.

Anggota Komisi III DPRD Banten Heri Handoko menilai terdapat sebuah kesalahan administrasi terkait Rano Karno dan sejumlah pejabat Pemprov Banten yang berangkat ke Australia dalam acara kenegaraan (pemerintah).

“Ada indikasi kuat, Rano hadir mengatasnamakan gubernur. Sebab selain Rano, ada gubernur lain yang hadir dalam acara tersebut,” kata Heri.

Oleh karena itu, lanjut Heri, Komisi III DPRD Banten akan memanggil Kepala BKPMPT Provinsi Banten termasuk pihak-pihak terkait yang berangkat ke Australia. “Harus ada klarifikasi tuntas,” pintanya. [vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mendagri No Comment Soal 'Australia Gate' Rano Karno
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top