Kamis, 24 Mei 2018 |
News Room

Mencari ‘Komandan’ Al-Khairiyah Penerus Generasi Brigjen KH Syam’un

Sabtu, 22 Okt 2016 | 05:55 WIB Dibaca: 1516 Pengunjung

Brigjen KH Syam'un pendiri Al-Khairiyah yang juga dikenal sebagai tokoh dalam peristiwa Geger Cilegon 1888.*

CILEGON, [NEWSmedia] - Akhir Oktober ini akan menjadi catatan sejarah bagi Perguruan Islam Al-Khairiyah. Ormas Islam yang didirikan Brigjen KH Syam’un itu akan memilih calon pimpinan yang akan mengurus dan membesarkan Al-Khairiyah di masa kini dan mendatang.

Pergantian kepemimpinan pada organisasi yang berdiri sejak 1925 itu akan dilakukan melalui Muktamar ke-9 yang berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (21/10/2016) hingga Minggu (23/10/2016).

Acara pembukaan Muktamar ke-9 Al-Khairiyah sudah dilakukan pada Jumat (21/10/2016) malam oleh Gubernur Banten Rano Karno. Namun sampai saat ini belum diketahui siapa kandidat calon Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah yang akan menggantikan KH Hikmatullah A Syam’un yang sudah dua periode memimpin Al-Khairiyah.

KH Hikmatullah A Syam’un merupakan putra dari Brigjen KH Syam’un (Tokoh Geger Cilegon) yang sempat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional dari Banten. Selama ini, KH Hikmatullah A Syam’un memimpin organisasi Al-Khairiyah yang konsen dalam urusan kependidikan.

Kini, jabatan KH Hikmatullah A Syamun sebagai Ketua Umum PB Al-Khairiyah sudah berakhir dan organisasi Islam itu harus memilih pimpinan dan pengurus baru untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

Siapakah calon ‘komandan’ Al-Khairiyah pengganti KH Hikmatulah A Syamun? Ini jawabannya.

“Belum ada, tradisi Al-Khairiyah itu, calon ketua umum diusulkan oleh cabang yang hadir, atas usulan itu, kemudian baru dipilih,” kata Hikmatullah saat ditemui NEWSmedia setelah acara pembukaan Muktamar, Jumat (21/10/2016) malam.

Ia berharap, calon Ketua Umum PB Al-Khairiyah yang akan datang bisa membawa Al-Khairiyah lebih maju dan berkembang.

“Berharap yang jadi pimpinan itu mereka yang mempunyai kapasitas yang cukup, kemampuan yang bagus, manajerial yang baik, futuristik, jadi mikirnya ke depan, amanah dan yang bagus-bagus lah, biar bisa membawa Al-Khairiyah ini semakin maju lagi,” tutur Hikmatullah.

Baca juga: Jelang Muktamar, Pengurus Besar Al-Khairiyah 'Roadshow' ke Media

Saat berkunjung ke kantor Redaksi NEWSmedia, Rabu (19/10/2016), Hikmatullah sempat mengungkapkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap Al-Khairiyah. Padahal, Al-Khairiyah merupakan pusat keilmuan, dengan adanya lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari SD, MTs, MA hingga perguruan tinggi.

Bahkan, Al-Khairiyah sejak lama mengurus lembaga pendidikan khusus dengan siswa penderita tuna rungu, tuna grahita dan siswa dengan keterbatasan lainnya.

“Terakhir, kami mendapat bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2012. Semenjak itu tidak ada lagi. Kami tidak ingin meminta-minta meskipun itu dibutuhkan untuk pengembangan. Mestinya pemerintah yang ngerti, tidak harus diminta,” kata Hikmatullah.

Meski demikian, mantan Kepala Kesbanglinmas Pemerintah Provinsi Banten itu menyadari, untuk mendapat perhatian pemerintah, harus menggunakan jalur khusus yang terkoneksi dengan pemangku kepentingan.

“Tanpa faktor politis agak sulit untuk mendapat bantuan dari pemerintah. Seperti yang pernah diungkapkan Pak Rano Karno (Gubernur Banten) beberapa waktu lalu, memang harus menggunakan jalur politis. Tetapi saya kan tidak punya kapasitas di wilayah itu,” ucapnya.

Oleh karena itu, Hikmatullah berharap calon Ketua Umum PB Al-Khairiyah pengganti dirinya harus memiliki kapasitas untuk menembus hubungan dengan para pengambil kebijakan di pemerintahan.

“Mudah-mudahan saja, pengganti saya punya kapasitas untuk terus membesarkan dan mengembangkan Al-Khairiyah,” ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia Muktamar ke-9 Al-Khairiyah, Ali Mujahidin mengungkapkan, rencana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang diagendakan akan menghadiri sekaligus membuka acara Muktamar ke-9 Al-Khairiyah batal dilakukan.

Namun acara pembukaan Muktamar ke-9 Al-Khairiyah tetap dilakukan, dibuka oleh Gubernur Banten, Rano Karno, di Aula Kampus Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon pada Jumat (21/10/2016) malam.

“Cuma informasinya, beliau (Presiden Jokowi) besok mau datang jam 2 sampai jam 4,” kata Ali Mujahidin, yang akrab disapa Mumu ini.

Terkait dengan pemilihan calon Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Mumu memastikan akan berlangsung secara terbuka dan demokratis. Para Muktamirin (peserta Muktamar) diberikan hak penuh untuk memilih pemimpin PB Al-Khairiyah yang dianggap layak.

“Kalau pemilihan Ketua PB yang baru, kita serahkan kepada muktamirin aja,” ujar cucu dari Brigjen KH Syam’un ini. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

Petunjuk Jalan ke 'Banten Lama' Disoal
Rabu, 23 Mei 2018 | 20:56 WIB
Petunjuk Jalan ke 'Banten Lama' Disoal
Ini Lokasi Bazar Sembako Murah di Kota Serang
Rabu, 23 Mei 2018 | 16:31 WIB
Ini Lokasi Bazar Sembako Murah di Kota Serang

KOMENTAR

Mencari ‘Komandan’ Al-Khairiyah Penerus Generasi Brigjen KH Syam’un
POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top