Kamis, 19 Juli 2018 |
Pariwisata - News Gallery

Menaklukkan Gunung Aseupan Banten, Ini Sederet Tantangannya

Selasa, 20 Mar 2018 | 16:25 WIB Dibaca: 298 Pengunjung

Pemandangan di atas Gunung Aseupan, Banten.*

[NEWSmedia] - Nama Gunung Aseupan pasti begitu asing terdengar di telinga Anda. Ya, jelas saja, karena gunung yang berada di Provinsi Banten ini jarang jadi tujuan mendaki para pencinta alam.

Padahal, Gunung Aseupan yang letaknya ada di Desa Sikulan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tersebut, cukup dekat dari pusat Kota Serang dan mudah ditemukan. Dengan berjalan kaki melewati rumah-rumah warga yang tersebar letaknya, para pencinta alam bisa langsung tiba di kaki gunung.

Anda tidak perlu merogoh kocek untuk membayar biaya retribusi, karena tidak ada pihak yang mengelola dan mengomersilkan Gunung Aseupan. Jadi, setibanya di kaki gunung, Anda bisa langsung melanjutkan pendakian.

Saat mendaki Gunung Aseupan, jangan heran jika merasa suasana begitu sepi dan sunyi, karena tidak ada pendaki lain. Pasalnya, pamor gunung yang namanya diambil dari alat penanak nasi tradisional khas Sunda, yaitu Aseupan tersebut, tidak semahsyur Gunung Pulosari di kalangan pendaki gunung.

Padahal, Gunung Aseupan yang memiliki ketinggian 1.174 meter di atas permukaan laut itu, punya jalur pendakian yang cukup ekstrem. Bagaimana tidak, Gunung Aseupan memiliki jalur pendakian yang menanjak, dengan jalan setapak yang dipenuhi tanaman liar yang rapat dan rimbun.

Selain menanjak, jalur pendakian juga terjal, kian menanjak, sempit, dengan kanan-kiri jurang, dan pendaki harus berjalan di atas tanah yang berbentuk seperti punggungan tipis. Tidak hanya itu saja, di Gunung Aseupan pun tidak tersedia pos-pos peristirahatan layaknya gunung-gunung yang telah populer di kalangan pendaki. Maka, untuk beristirahat para pencinta alam harus memilih tanah yang datar.

Jalur pendakian yang masih amat ditutupi vegetasi dan semak yang rimbun seakan menandakan Gunung Aseupan jarang sekali dijamah oleh pendaki. Namun, semakin mendekati puncak, jalur pendakian berubah karena tidak ada lagi vegetasi atau semak dan jantung terasa kian berdegub karena jurang semakin jelas penampakannya.

Setelah enam jam melakukan pendakian, tanaman seperti kantung semar dan paku andam menjadi pemandangan utama di puncak gunung, lengkap dengan panorama alam Banten yang bisa dilihat dari sudut 360 derajat di atas puncak. Sebuah makam juga turut mengisi pandangan mata Anda tatkala tiba di puncak gunung yang luasnya tidak memungkin untuk mendirikan tenda tersebut. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Menaklukkan Gunung Aseupan Banten, Ini Sederet Tantangannya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top