Selasa, 19 Desember 2017 |
News Room

Membaca Kiprah Politik Wagub Banten di Buku 'Sinar Cahaya'

Rabu, 06 Des 2017 | 16:29 WIB Dibaca: 278 Pengunjung

Seorang mahasiswi sedang membaca buku 'Sinar Cahaya, Kiprah Politik Andika Hazrumy' di salah satu Kampus Swasta di Kota Serang, Rabu (6/12/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Melalui sebuah buku yang berjudul 'Sinar Cahaya, Kiprah Politik Andika Hazrumy' berhasil dituangkan dalam bahasa yang tegas dan lugas oleh seorang penulis bernama Maksis Sakhabi, pria kelahiran 9 September 1987 di Tangerang.

Buku yang mencapai 224 halaman itu mengungkap sisi kehidupan politik dan sosial Andika Hazrumy dimulai sejak dirinya terjun ke dunia sosial sampai menjadi politisi muda yang penuh prestasi dan menduduki posisi yang sangat strategis.

Di dalam buku itu, Andika Hazrumy tampil sebagai sosok pemuda yang tidak hanya sebagai bagian dari keluarga besar (Alm) Tb. Chasan Sochib, tapi, perkembangan kehidupan sosial dan poIitik Andika banyak dipengaruhi oleh aktivitasnya di lingkungan sosial-kemasyarakatan.

Buku itu juga menepis anggapan orang terhadap sosok Andika yang menjadi politisi muda dengan posisi strategis hanya mendompleng nama besar sang ibunda, Ratu Atut Chosiyah.

Kepemimpinan Andika tumbuh dalam suasana suka-duka. Dari menjadi anak gubernur hingga menjadi anak mantan gubernur. Kiprah Andika banyak diungkap dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, pernah menjadi anggota DPD RI, DPR Rl hingga kini menjadi Wakil Gubernur Banten dan tentang ramalan Andika menjadi Gubernur Banten.

"Sebetulnya ruh buku ini adalah untuk memotivasi generasi muda Banten untuk terus berkembang, karena saya melihat generasi muda Banten punya potensi yang besar," kata Maksis saat bedah buku tersebut di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (6/12/2017).

Launching dan Bedah Buku  'Sinar Cahaya, Kiprah Politik Andika Hazrumy' di Pendopo Gubernur Banten.

Ia mengungkapkan, Provinsi Banten sudah mempunyai contoh yang baik dari seorang pemuda yang mampu menduduki posisi yang sangat strategis sebagai Wakil Gubernur Banten diusia yang ke-31 tahun, menurutnya, hal tersebut perlu diketahui oleh pemuda di Banten untuk dapat melihat rekam jejak seorang Andika dari perjalanan panjang hidupnya.

"Dalam proses penulisan buku ini, satu hal yang harus digaris bawahi adalah perjuangan, dalam arti kita hidup generasi muda kita proses dan perjuangan harus dilalui, jangan lihat di lingkaran siapa atau afiliasi ke parpol apa, tapi merdekalah dengan konsepsi sendirinya, Pak Andika sudah membuktikan itu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Didik Mukrianto mengatakan, buku tersebut merupakan sebuah kehormatan untuk Karang Taruna, sebab menurutnya, Andika Hazrumy merupakan kader utama Karang Taruna yang mendapatkan amanah untuk menjadi pimpinan daerah di Banten.

"Ini selain dari personaliti yang mempunyai leadership yang kuat, tapi juga bagian dari kerja keras Karang Taruna dalam melakukan pengabdian, sinergi dan kebersamaan dengan niat yang baik dan mampu dirasakan oleh masyarakat Banten," kata Didik.

Ia juga berharap, Andika Hazrumy yang mendapat amanat menjadi Wakil Gubernur Banten, mampu menjalankan kepercayaan masyarakat Banten tersebut dengan penuh tanggungjawab dan memberikan manfaat serta solusi bagi masyarakat Banten.

"Proses kaderisasi Karang Taruna bukan berhenti ketika terpilih sebagai wakil gubernur, tapi ini adalah awal kerja Karang Taruna untuk lebih banyak memberikan kontribuai positif bagi masyarakat Banten," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Membaca Kiprah Politik Wagub Banten di Buku 'Sinar Cahaya'
Top