Kamis, 02 Juli 2020 |
News Room - Peristiwa

Memasuki Usia 16 Tahun Banten Belum Berubah!

Selasa, 04 Okt 2016 | 16:45 WIB Dibaca: 1370 Pengunjung

Mahasiswa di Kampus IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten menggelar unjuk rasa HUT ke-16 Provinsi Banten, Selasa (4/10/2016).*

SERANG [NEWSmedia] - Ratusan mahasiswa di Kota Serang, pagi tadi menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Provinsi Banten. Mereka menyoroti kondisi Banten di usia 16 tahun, dianggap belum mengalami perubahan.

Pantauan NEWSmedia di lokasi, aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kampus IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, diikuti mahasiswa dari beberapa organisasi kemahasiswaan komisariat IAIN SMH Banten.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut adanya perubahan di Provinsi Banten agar bisa lebih baik. Demonstran sempat melakukan pembakaran ban di tengah jalan raya sebagai simbol terpuruknya Provinsi Banten. Aksi itupun mendapat pengamanan ketat dari kepolisian.

Regha Januar Alvalin, selaku koordinator aksi mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Provinsi Banten yang dianggap tidak serius bekerja membangun dan menjalankan sistem pemerintahan. DPRD sebagai pengawas eksekutif juga dianggap tidak maksimal menjalankan fungsinya.

“Masyarakat Banten harus tahu, hari ini adalah momentum bersejarah, di mana Provinsi Banten sudah berusia 16 tahun. Seharusnya pemerintah melakukan evaluasi dan melaksanakan pembangunan secara maksmal, bukan hanya hura-hura,” kata Regha, berorasi.

Ia juga mengungkapkan, dengan bertambahnya usia Provinsi Banten, masalah juga malah semakin bertambah dan tidak tertangani. Seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga ketimpangan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

“Harusnya di usia ke-16, pemerintah sudah mampu menanggulangi permasalahan-permasalahan seperti pendidikan, kesehatan, agraria, ekonomi, budaya, sosial dan politik,” ucap Regha.

Selain itu, mahasiswa juga melihat Pemerintah Provinsi Banten belum maksimal melakukan pembangunan. Mereka akhirnya menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Banten, antara lain mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis tanpa syarat, menghentikan pembangunan dilahan produktif, mewujudkan clean and good govermen, menjalankan pengawasan amdal dengan maksimal dan menciptakan produk hukum untuk perlindungan perempuan serta petani dan nelayan.

Aksi unjukrasa ini diakhiri menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mahasiswa membubarkan diri dari lokasi aksi. [Syahrifal/02]

Penulis: Syahrifal
Editor: Redaktur-02
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Memasuki Usia 16 Tahun Banten Belum Berubah!

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top