Kamis, 09 Juli 2020 |
Pariwisata

Memanjakan Lidah dan Mata di Laka Leke Ubud

Jumat, 11 Nov 2016 | 17:30 WIB Dibaca: 948 Pengunjung

Restoran Laka Leke di Ubud, yang menampilkan tarian khas Bali hampir tiap malam.*

[NEWSmedia] - Santap malam sekaligus menyaksikan tarian khas Bali tentu memberi pengalaman yang membekas. Indra pengecap dan penglihatan akan dimanjakan saat berkunjung ke restoran Laka Leke yang berlokasi di Jalan Nyuh Kuning, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

"Saya memulai usaha restoran dari tahun 1997. Awalnya hanya ada enam meja. Dulu di Ubud hotel masih belum ada, jalanan juga belum sebesar ini. Saya mengembangkan ini dengan bertahap," kata Ketut Setia pemilik Laka Leke yang ditemui saat acara Familiarization Trip The Anvaya Beach Resorts Bali, Jumat (4/11/2016).

Dari promosi mulut ke mulut tamu yang datang ke restoran Laka Leke, Ketut berhasil mengembangkan bisnisnya. Sayang promosi tersebut hanya berhasil meramaikan restorannya pada siang hari.

"Saya coba berpikir bagaimana malam hari dapat ramai. Akhirnya dapat ide untuk buat pertunjukan tarian. Kebetulan keluarga juga ada yang seniman. Jadi dia bantu manage," kata Ketut. 

Tari Kecak dengan 100 penari menjadi pentas perdana Laka Leke pada tahun 2002. Tak disangka pertunjukkan tersebut sukses dan fisukai oleh para wisatawan. Ketut akhirnya memberi variasi tarian, tak hanya Tari Kecak, namun juga Tari Joged, Tari Katak, orkestra gamelan atau dikenal juga Tingkilik, dan Tari Barong. 
Sampai saat ini, pengunjung dapat menikmati sajian tarian khas Bali dan makan malam tiap hari Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu yang dihargai paket harga mulai Rp 165.000. 

"Setiap sore juga ada workshop melukis media kertas atau telur, memahat, belajar nari, atau belajar gamelan," kata Ketut. Workshop umumnya dimulai di atas jam 12 siang dengan harga Rp 75.000. 

Untuk makanan, jangan lewatkan hidangan bebek crispy alias bebek goreng garing, hidangan andalan dari Laka Leke. "Saya awalnya belajar masak dulu, resep dari keluarga. Baru belajar untuk me-manage restoran," kata Ketut. [05] 

Penulis: Kps
Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Memanjakan Lidah dan Mata di Laka Leke Ubud
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top