Jumat, 15 November 2019 |
News Room - Pendidikan

Mata Pelajaran Kewarganegaraan di Sekolah akan Disempurnakan

Rabu, 10 Jul 2019 | 15:38 WIB Dibaca: 224 Pengunjung

Kegiatan belajar siswa di sekolah. [net]*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berencana akan menyempurnakan mata pelajaran (mapel) pendidikan kewarganegaraan dengan penanaman nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut dilakukan untuk membentuk sikap para peserta didik di setiap jenjang menjadi insan pancasilais yang setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita sempurnakan mata pelajaran yang sekarang bernama PPKN itu. Jadi setelah kita evaluasi ketika dulu mata pelajaran PMP (pendidikan moral Pancasila) kita satukan dengan kewarganegaraan menjadi tidak fokus. Terutama di dalam hal pemahaman yang mendalam tentang Pancasila," kata Muhadjir saat jumpa pers di kantornya, Jl. Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Penyempurnaan mata pelajaran ini rencananya dilaksanakan pada tahun ajaran baru. Sekaligus dilihat pula kesiapan para guru pengampu mata pelajaran tersebut.

"Kami dari Kemendikbud berharap di tahun ajaran baru itu sudah dilaksanakan tentu juga kita lihat kesiapan para guru, terutama yang mengampu mata pelajaran PMP," kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir, penyempurnaan ini tidak mengembalikan pada mata pelajaran PMP. Namun ini memperbarui strategi pembelajaran, terutama dalam proses belajar-mengajar.

"Ini bukan berarti kembali ya ke lama, karena yang tentu sudah out of date. Justru kita ini mau memperbarui strategi pembelajarannya kemudian juga core kurikulumnya, pendekatannya juga kita sempurnakan, terutama kegiatan proses belajar mengajar," sebutnya.

Nantinya, lanjut Muhadjir, penyempurnaan mata pelajaran tersebut bukan menjadikan siswa sebagai peserta saja dalam hal penanaman nilai-nilai Pancasila. Namun dirinya berharap para siswa dapat menanamkan nilai Pancasila secara sendiri.

"Bagaimana lebih menjadikan anak siswa didik, bukan menjadikan mereka sebagai objek, bukan hanya sebagai peserta namun pelaku utama dalam proses penanaman proses Pancasila. Karena sebetulnya penanaman nilai itu bukan guru, anak kan bisa menanamkan pada dirinya, sehingga dia sebagai subyek," ungkapnya.

Ketika ditanyakan kembali apakah akan dipisah mata pelajaran kewarganegaraan dan Pancasila, Muhadjir mengatakan tidak memisah atau menambah mata pelajaran baru. Muhadjir menjelaskan, siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMP akan lebih banyak menerima penanaman nilai-nilai Pancasila, sementara tingkat lanjut akan lebih banyak menerima pelajaran kewarganegaraan.

"Sedang kita pertimbangkan untuk kewarganegaraan itu diberikan kepada anak-anak jenjang lanjut, misalnya SMP kelas 3, SMA kelas 3, SMK kelas 3. Sedangkan penanaman nilai Pancasila mulai dari PAUD sampai SMP kelas 2. Jadi begitu. Jadi tidak ditambah mata pelajarannya, tapi sekuens dan core (kurikulum) ditambah," pungkasnya. [detik]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mata Pelajaran Kewarganegaraan di Sekolah akan Disempurnakan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top