Selasa, 19 Desember 2017 |
News Room

Masyarakat Internasional Diminta Merawat Spirit Bung Karno dan Imam Khomeini

Jumat, 08 Des 2017 | 16:11 WIB Dibaca: 402 Pengunjung

Pertemuan antara Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri dan Putri Imam Khomeini, DR Zahra Mustafavi di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/12/2017) malam.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Masyarakat internasional diminta untuk merawat spirit Bung Karno dan Imam Khomeini yang tidak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan Palestina hingga akhir hayat mereka.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) dan Universitas Bung Karno (UBK), DR (HC) Rachmawati Soekarnoputri, dalam jamuan makan malam menyambut putri Imam Khomeini, DR Zahra Mustafavi Khomeini, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/12/2017) malam.

"Spirit kedua tokoh revolusioner itu perlu dikembangkan dan dijadikan pijakan baru dalam membangun solidaritas global menghadapi penjajahan terhadap bangsa Palestina yang terjadi secara terang benderang di depan mata masyarakat internasional," kata Rachma.

Ia mengatakan, Bung Karno dan Imam Khomeini menentang keras exploitation de llome par llome maupun exploitation de nation par nation.

"Bagi Bung Karno dan masyarakat Indonesia, mendukung kemerdekaan Palestina bagian dari upaya memenuhi amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," terangnya.

Rachma juga menegaskan, dirinya siap bekerjasama dengan DR. Zahra dan lembaga yang dipimpinnya dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

"Memperjuangan kemerdekaan Palestina merupakan salah satu agenda kami. Di tahun 2001, YPS dan UBK memberikan penghargaan Star of Soekarno kepada pemimpin Palestina Yasser Arafat," sambung Rachma.

DR Zahra yang dalam jamuan makan malam hadir bersama sejumlah delegasi Iran, mengatakan dirinya juga menghargai dan mengagumi perjuangan Bung Karno dalam membela bangsa-bangsa dan negeri-negeri di Asia Afrika yang masih hidup di bawah tekanan penjajahan asing kala itu, terutama bangsa Palestina.

Anak kedua dari Imam Khomeini yang lahir di tahun 1940 ini  juga menyambut baik ajakan Rachmawati untuk menjalin kerjasama. Dia pun mengundang Rachma untuk berkunjung ke Iran dan hadir dalam pertemuan-pertemuan internasional membela kemerdekaan Palestina.

Pertemuan kedua putri tokoh revolusioner itu memiliki arti penting dalam memperbesar gerakan melawan penjajahan di tanah Palestina. Apalagi, di tengah peringatan 100 tahun Deklarasi Balfour, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Masyarakat Internasional Diminta Merawat Spirit Bung Karno dan Imam Khomeini
Top