Jumat, 10 Juli 2020 |
News Room - Politik - Pilkada Kota Tangerang 2018

Mantap Maju di Pilkada Kota Tangerang 2018, Hudaya Ingin Didukung NasDem

Minggu, 10 Sept 2017 | 19:33 WIB Dibaca: 892 Pengunjung

Hudaya Latuconsina saat mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan di kantor DPW Partai NasDem Provinsi Banten, Sabtu (9/9/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina semakin serius untuk maju di Pilkada Kota Tangerang 2018. Ia telah mendaftar penjaringan di beberapa partai politik untuk dapat direkomendasikan sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali kota Tangerang periode 2018-2023.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar politik saya dalam mengikuti Pilkada Kota Tangerang. Mudah-mudahan, ikhtiar saya ini mendapat dukungan dan SK dari Partai NasDem sehingga saya dapat mengikuti konstelasi pilkada di Kota Tangerang,” kata Hudaya saat mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan di kantor DPW Partai NasDem Provinsi Banten, Sabtu (9/9/2017).

Diketahui, Hudaya yang tahun depan akan memasuki masa pensiun sebagai  aparatur sipil negara (ASN), sebelumnya telah mendaftar penjaringan di beberapa partai politik, seperti PDI-Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ia mendaftar penjaringan sebagai bakal calon wali kota atau bakal calon wakil wali kota. Dalam tahapan ini, Hudaya juga mengaku terus menjalin komunikasi politik dan mengajak partai lain untuk berkoalisi mengusung dirinya di Pilkada Kota Tangerang 2018.

“Sekali lagi, ini merupakan ikhtiar politik saya, semoga diberi amanah untuk memimpin Kota Tangerang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Banten, Aries M Halawani mengatakan, pihaknya masih terus memantau dinamika politik yang berkembang di daerah yang akan melaksanakan Pilkada di 2018, termasuk Kota Tangerang.

"Semua partai akan melakukan hal yang sama dengan kami (Nasdem). Untuk saat ini segala kemungkinan bisa terjadi. Yang pasti politik, khususnya di Kota Tangerang masih dinamis dan cair,” ujarnya.

Terkait adanya beberapa partai politik yang mengeluarkan surat rekomendasi untuk bakal calon, Aries mengatakan, pihak yang mendapatkan surat rekomendasi tersebut tidak serta merta dijamin akan diusung untuk mengikuti konstelasi di Pilkada.

Sebab biasanya, kata dia, rekomendasi tersebut menyatakan bahwa bakal calon harus dapat menjalin komunikasi dan membawa partai lain untuk berkoalisi dalam pilkada.

“Itu subtansinya. Jika calon yang mendapatkan rekomendasi tidak menjalankan seperti yang diamanatkan, tentunya partai akan mengevaluasi rekomendasi tersebut. Karena seluruh partai politik tidak akan kaku dalam menentukan calonnya di pilkada,” kata Aries.

Aries menambahkan, setelah mengeluarkan rekomendasi dan melakukan evaluasi, barulah partai tersebut akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengusungan pasangan calon wali kota dan calon wali kota.

“Bisa saja di Kota Tangerang rekomendasi NasDem diberikan ke calon A, namun dalam perjalanannya, yang mendapatkan rekomendasi tidak bisa menjalin komunikasi politik dan tidak dapat berkoalsi dengan partai lain, maka bisa SK-nya berubah ke si B atau C (karena yang bersangkutan dapat menjalin komunikasi politik dan dapat membawa partai lain untuk berkoalisi)," jelasnya. [agp]

Penulis: Asep Saleh
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mantap Maju di Pilkada Kota Tangerang 2018, Hudaya Ingin Didukung NasDem
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top