Jumat, 16 April 2021 |
News Room - Hukum

Mangkir Dari Panggilan Penyidik, Direktur RSUD Banten Terancam Dijemput Paksa

Selasa, 08 Agt 2017 | 16:08 WIB Dibaca: 951 Pengunjung

RSUD Banten.*

SERANG, [NEWSmedia] – Mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Serang pada Senin kemarin, tersangka korupsi dana Jaspel RSUD Banten, Dwi Hesti Hendarti terancam akan dijemput paksa pihak Kejaksaan.

“Yang bersangkutan tidak hadir. Belum ada konfirmasi mengenai alasan ketidakhadirannya,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Serang Eka Nugraha, diruang kerjanya, Senin (7/8/2017).

Dwi Hesti Hendarti sedianya diperiksa sebagai tersangka, pada Senin kemarin. Penyidik memastikan bahwa surat panggilan yang dilayangkan sudah diterima oleh Dwi Hesti Hendarti. 

“Surat panggilan sudah diterima. Pastinya, pemanggilan sudah dilakukan secara patut,” jelas Eka.

Status tersangka Dwi Hesti Hendarti disematkan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti. Dwi Hesti Hendarti disangka melanggar Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, dan Pasal 12 F Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Penyidik pasti akan memanggil ulang. Sesuai prosedur pemeriksaan dilakukan setelah 3×24 jam panggilan dilayangkan,” ungkap Eka.

Eka tidak menampik penyidik akan mengambil langkah upaya paksa terhadap tersangka bila dinilai alasan ketidakhadiran tersangka tidak logis. 

“Tidak harus menunggu sampai panggilan ketiga. Prosedur tiga kali tidak hadir dan dijemput paksa, itu saat persidangan (KUHAP-red). Sementara, penyidikan tidak harus tiga kali. Kalau memang alasannya dianggap tidak logis, bisa dilakukan upaya paksa,” jelas Eka.

Namun, upaya paksa penyidik menghadirkan Dwi Hesti Hendarti sebagai tersangka dalam proses pemeriksaan diserahkan sepenuhnya kepada penyidik. 

“Itu semua tergantung penyidik. SOP (standar operasional prosedur-red) Pidsus (Pidana Khusus-red) bagaimana menyikapinya,” kata Eka. [Rbo]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mangkir Dari Panggilan Penyidik, Direktur RSUD Banten Terancam Dijemput Paksa
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top