Sabtu, 24 Oktober 2020 |
News Room

Mahasiswi Unbaja Menangkan Lewatan Museum Negeri Banten

Senin, 20 Agt 2018 | 11:40 WIB Dibaca: 708 Pengunjung

Popon Mia Aupikoh, Mahasiswi Teknik Industri Unbaja yang memenangkan kompetisi 'Lewatan Museum' Negeri Banten Tahun 2018. [ist]*

SERANG, [NEWSmedia] - Mahasiswa Teknik Industri Universitas Banten Jaya memenangkan kompetisi 'Lewatan Museum' Negeri Banten Tahun 2018.

Lewatan Museum merupakan sebuah kompetisi karya tulis bagi siswa dan mahasiswa di Provinsi Banten yang diinisiasi oleh Museum Negeri Banten dengan hadiah mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Jawa Tengah.

Karya tulis tersebut sebagai syarat mutlak yang harus diserahkan calon peserta Lawatan Museum 2018 yang akan dinilai oleh juri independen.

Adalah Popon Mia Aupikoh, seorang mahasiswi Teknik Industri Universitas Banten Jaya yang menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi tersebut dari kategori mahsiswa.

Mahasiswa Semester 7 Jurusan Teknik Industri, Universitas Banten Jaya menjadi salah satu dari 50 peserta yang berhasil menjadi peserta lawatan Museum Negeri Banten 2018.

Karya tulis yang dibuat Popon berjudul 'Upaya Peningkatan Museum Banten sebagai Tujuan Wisata bagi Wisatawan Lokal maupun Mancanegara'.

Dalam karya tulisnya, Popon berharap museum di Provinsi Banten dapat menjadi lebih baik dengan menjadikan museum sebagai sarana dan sumber informasi mengenai peradaban dan sejarah Banten.

Selain itu, pengelolaan Museum Negeri Banten juga dapat lebih profesional dengan ditunjang oleh informasi yang memadai mengenai museum Banten.

Sarana dan prasarana umum di area museum perlu lebih ditingkatkan dan ditunjang pemeliharaan yang berkelanjutan sehingga museum Negeri Banten khususnya dapat menjadi tujuan wisata favorit, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk dapat menjadikan museum sebagai tujuan wisata, maka diperlukan peran serta dari semua pihak terutama pihak-pihak yang secara langsung mengelola museum tersebut.

Dalam hal ini, Dinas Pariwisata Provinsi Banten diharapkan dapat lebih menghidupkan kembali fungsi utama dari museum  yaitu sebagai sarana pembelajaran dan informasi tentang sejarah di Banten.

Demikian juga dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten, harus mencantumkan berbagai materi mengenai museum lokal yang ada di Provinsi Banten. Sehingga secara tidak langsung generasi muda di Banten bisa mengenal sejarah di wilayahnya.

Hal yang sama juga harus dilakukan oleh setiap sekolah agar mewajibkan siswa/siswinya dan peran serta masyarakat untuk melakukan field trip dengan melestarikan peninggalan sejarah Provinsi Banten yang ada di musium, serta senantiasa memviralkan informasi mengenai museum yang ada di Banten dengan melalui akun-akun media sosialnya.
 
"Tulisan itu terinspirasi dari keadaan meseum di Banten yang terkesan belum terawat dan belum terkoordinasi dengan baik, terutama informasi mengenai museum belum disediakan, sarana dan prasarana umum di area museum pun masih sangat kurang, jadi ketika para wisatawan yang mengunjungi daerah wisata khususnya museum di Banten agak kesulitan dalam fasilitas sarana umum," kata Popon keeepada NEWSmedia, Senin (20/8/2018).

Perempuan yang lahir di Pandeglang pada 15 april 1998 berharap, museum di Banten bisa menjadi lebih baik dengan menjadi sarana dan sumber informasi tentang peradaban dan sejarah di Banten dengan pengelolaan yang lebih profesional.

"Serta dilengkapi dengan adanya informasi yang memadai mengenai museum Banten, sarana dan prasarana umum di area museum ditingkatkan dan diperbaiki sehingga museum Banten khususnya bisa menjadi tujuan wisata favorit baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Mahasiswi Unbaja Menangkan Lewatan Museum Negeri Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top