Senin, 06 Juli 2020 |
News Adv

Lurah Kasunyatan Optimalkan Tempat Wisata Religi di Kawasan Kesultanan Banten

Kamis, 25 Jun 2020 | 19:56 WIB Dibaca: 257 Pengunjung

Masjid Kasunyatan.*

SERANG, [NEWSmedia] - Lurah Kasunyatan, Hayumi mengaku saat ini pihaknya sedang berupaya untuk mengoptimalkan tempat wisata religi yang ada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Bahkan, Hayumi menginginkan, Kelurahan Kasunyatan harus menjadi penyangga para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Kesultanan Banten tersebut.

"Mungkin belum banyak yang tahu kalau di Kasunyatan ini ada tempat wisata religi, ada Masjid Kenari, Masjid Kasunyatan, Kraton Kaibon, Pemindelan Abang, Pemindelan Ireng, itu semua ada di Kelurahan Kasunyatan," kata Hayumi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

Ia mengungkapkan, melihat potensi itu, pihaknya telah mempromosikan objek-objek wisata religi tersebut melalui media sosial seperti Facebook, YouTube dan lain sebagainya.

"Kita sudah mempromosikan lewat media sosial dan media massa, bahwa masjid di Kenari belum tersentuh pengunjung, mungkin yang tau aja, biasanya yang ramai itu malam jumat, tapi tidak seramai di Masjid Agung Banten," jelasnya.

Di Masjid Kasunyatan, lanjut Hayumi, ada beberapa tempat peninggalan sejarah di masa Kesultanan Banten, seperti sumur atau kolam yang diyakini warga sebagai tempat mandi para ratu dan raja dahulu.

"Di masjid Kasunyatan ada masjid peninggalan sejarah, ada sumur atau kolam yang dulunya tempat pemandian ratu dan raja zaman kesultanan pertama dan juga ada makam Kramat Ratu Aisyah," terangnya.

Sementara di Masjid Kenari, masih kata Hayumi, ada pemakaman Syekh Abdul Mufakir Makmud Abdul Kadir yang diangkat menjadi Sultan Banten pada tahun 1596 sampai 1640.

"Kenari pemakaman syekh Abdul mufakir, itu kesultanan Banten juga, masih saudara Sultan Maulana Yusuf. Mungkin banyak orang yang belum tahu, hanya sebagian saja tapi banyaknya malam jumat pada ziarah, kadang di Masjid Kasunyatan ada yang mandi juga, cari barokah," tuturnya.

Jika menjelang hari-hari besar Islam, seperti Ramadhan dan Maulid Nabi, pihaknya bersama warga setempat bergotong royong untuk membersihkan tempat-tempat wisata religi tersebut untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

"Kalau hari-hari besar islam, satu minggu sebelum ramadhan misalnya, kita bersama masyarakat bersih-bersih dan gotong royong membersihkan tempat ziarah, terus masyarakat juga antusias, paling banyak pengunjung bulan maulid," tambahnya.

Selain itu, di masa pandemi seperti ini, pihaknya terus mengimbau kepada para peziarah agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. 

"Alhamdulillah sekarang sudah ada tempat cuci tangan di pintu masuk dan bagi masyarakat yang berkunjung harus pake masker dan jaga jarak," pungkasnya. [adv]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Lurah Kasunyatan Optimalkan Tempat Wisata Religi di Kawasan Kesultanan Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top