Senin, 17 Desember 2018 |
News Room

LPA Banten akan Dampingi Kasus Hukum Gadis 14 Tahun Korban Pemerkosaan Ayah Tiri

Sabtu, 11 Mar 2017 | 16:45 WIB Dibaca: 663 Pengunjung

Ketua LPA Provinsi Banten, Ii‎f Syafrudin.*

SERANG, [NEWSmedia] - Peristiwa pemerkosaan anak di bawah umur oleh ayah tirinya, mendapat perhatian khusus dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten. Mereka akan membantu secara penuh kebutuhan dasar anak dan memberikan trauma healing terhadap gadis berusia 14 tahun yang saat ini berada di Kecamatan Carenang Kabupaten Serang.

Ketua LPA Provinsi Banten, Ii‎f Syafrudin mengatakan, perwakilan dari LPA akan mendatangi kediaman gadis tersebut. LPA akan memberikan konseling dan trauma healing untuk menghilangkan trauma yang dialami korban agar bisa dibawa untuk diperiksa secara media.

"Minggu ini korban akan kita bawa agar bisa ditangani secara medis," kata Iif kepada NEWSmedia, Sabtu (11/3/2017).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian terhadap kasus tersebut, karena berdasarkan tempat kejadian perkara, kejadian berada di daerah Bandar Lampung, maka secara yuridis jika di tempuh ke ranah hukum, harus melapor ke Polres Bandar Lampung.

Berita terkait: Diperkosa Berkali-kali, Gadis Berusia 14 Tahun akan Laporkan Ayah Tirinya ke Polres Serang

"Mengenai proses hukum akan kita buat dua, pertama kita akan tetap melaporkan ke PPA Polres Serang, dan selanjutnya dirujuk ke Polres Lampung. Kedua, kami akan cari alamat pelaku dan isterinya di Lampung. Kami akan berkoordinasi dengan LPA Provinsi Lampung, agar bersedia mengawal kasus ini, jika memang penanganan kasusnya harus ditindak lanjuti di Lampung," terangnya.

Ia mengatakan, meskipun di Pemkab Serang belum ada Perda tentang perlindungan anak, namun secara general, perlindungan anak Sebenarnya sudah diatur sangat lengkap oleh Undang-Undang, yaitu UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Dengan demikian, pihaknya tidak merasa kesulitan dalam mendampingi kasus itu.

"Sebenernya simple aja, tinggal info dan laporan ke PPA Polres, dibuatkan surat rujukan untuk visum ke RSUD, selesai. Tinggal proses kajian dari Polresnya. Yang agak sulit dan unpredictable itu adalah keadaan fisik dan psikis korban, sudah siap atau belum untuk menjalani pemeriksaan hukum, sebagai saksi dan korban dan juga pemeriksaan medisnya," terangnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

LPA Banten akan Dampingi Kasus Hukum Gadis 14 Tahun Korban Pemerkosaan Ayah Tiri
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top