Minggu, 20 September 2020 |
News Room - Pariwisata

Longsor di Gunung Pulosari, Ini Jalur Alternatif Menuju Puncak

Selasa, 26 Des 2017 | 20:52 WIB Dibaca: 2253 Pengunjung

Lumpur dan bebatuan sisa longsor yang terjadi di Gunung Pulosari, Selasa (26/12/2017).*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Jalur menuju Curug Putri yang berada di Kawasan Gunung Pulosari Kabupaten Pandeglang mengalami longsor, hal itu terjadi, karena adanya pergeseran tanah yang diduga tidak mempunyai penahan.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gunung Pulosari, Ahmad Sujai mengatakan, longsor tersebut terjadi pada Senin (25/12/2017) sekitar pukul 14.00 WIB dan mengakibatkan Wisata Curug Putri ditutup sementara.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya barang-barang yang tertimbun lumpur dan bebatuan, tapi kita tetap antisipasi kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Sujai saat ditemui di Pintu Masuk Kawasan Gunung Pulosari, Selasa (26/12/2017).

Ia mengatakan, untuk saat ini, jalur pendakian menuju Kawah dan Puncak Gunung Pulosari dialihkan sampai proses evakuasi longsor tersebut selesai.

"Kami bersama beberapa pendaki telah membuat jalur alternatif, kalau sebelumnya lewat Curug Putri, berhubung longsor, kami alihkan sementara, jadi sebelum sampai Curug Putri, ada jalan setapak ke kanan dan itu nanti tembusnya ke jalur utama pendakian," terangnya.

Jalur menuju Curug Putri ditutup sementara.*

Wisata Curug Putri Ditutup Sementara

Ia juga menuturkan, untuk sementara waktu, wisata menuju Curug Putri tersebut ditutup sampai waktu yang belum ditentukan, sebab menurutnya, di atas Curug Putri masih ada puing-puing batu yang dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

"Ini kan alam, bukan wisata buatan manusia, kita hanya menutup Curug Putrinya saja, untuk menuju Kawah dan Puncak bisa pakai jalur alternatif," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pendaki asal Kota Cilegon, Nichson mengatakan, jalur alternatif tersebut cukup terjal, sebab menurutnya, hujan yang sering terjadi di wilayah Pandeglang, membuat kontur tanah menjadi licin.

"Lumayan terjal dan licin, tapi bisa pegangan ditali webing dan tampar yang sengaja disiapkan, tapi tetap waspada dan hati-hati saat melangkah," kata Nichson.

Selain itu, ia juga meminta kepada para pendaki agar tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, sebab menurutnya, longsor itu terjadi karena ulah manusia yang tidak lagi perduli dengan alam.

"Jangan buang sampah sembarangan lah, bisa saja longsor itu terjadi karena mungkin alam sedang murka akibat ulah manusia itu sendiri, kalau bukan kita yang menjaga kelestarian alam, siapa lagi," jelasnya.

Pendaki lainnya yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, Yayu Septiani menuturkan, selain jalur pendakian tersebut, ada juga jalur lain yang biasa dilewati oleh para pendaki untuk menuju Kawah dan Puncak Gunung Pulosari, yaitu dari Desa Pamengker.

"Jalur mah enakan Cilentung (yang melewati Curug Putri-red), tapi kalau lewat Pamengker, rada sebentar dan ada curugnya juga, namanya Curug Sawer, jalurnya beda tipis sama jalur Cilentung, kira-kira lima menit dari Cilentung, lurus lagi," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Longsor di Gunung Pulosari, Ini Jalur Alternatif Menuju Puncak

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top