Sabtu, 24 Agustus 2019 |
News Room - Olahraga - News Gallery

Liga 1 Dihentikan, Sanksi Tegas PSSI Dinanti

Rabu, 26 Sept 2018 | 11:01 WIB Dibaca: 116 Pengunjung

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.*

[NEWSmedia] - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan menghentikan kompetisi Liga 1 hingga waktu yang tidak ditentukan. Penghentian dilakukan untuk melakukan evaluasi dan mengusut tuntas kasus kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila.

Penghentian kompetisi diputuskan dalam forum darurat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Jakarta, Selasa (25/9). “Ini bentuk keprihatinan kita dalam masa belasungkawa terhadap almarhum (Haringga),” kata Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Edy mengatakan, penghentian sementara Liga 1 akan dimulai pada pekan ke-24. Seluruh rangkaian pertandingan pekan ke-24 yang dimulai sejak Jumat (21/9) ditunda seluruhnya. “Kita harus berpikir jernih, mengevaluasi tentang apa langkah-langkah yang akan kita lakukan ke depan,” ujar dia.

Menurut dia, PSSI sudah membentuk tim investigasi mandiri terkait tewasnya Haringga. Kata dia, tim tersebut akan bekerja dengan banyak pihak, termasuk dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Persib Bandung, Persija Jakarta, beserta kepolisian.

Hasil temuan dari tim tersebut akan menjadi acuan sikap PSSI untuk menjatuhkan sanksi terhadap klub yang perlu bertanggung jawab atas tewasnya Haringga.

Edy menyerahkan sepenuhnya bentuk sanksi kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebagai badan pengadil internal kompetisi sepak bola nasional. Akan tetapi, kata Edy, Exco PSSI juga berhak memberikan rekomendasi.

Dewan internal di federasi tersebut merekomendasikan dua kategori sanksi. Sanksi paling ringan berupa teguran keras dan finansial. Adapun sanksi berat berupa pengurangan nilai klasemen, bahkan didiskualifikasi.

“Tetapi, bentuk sanksi itu kita serahkan kepada Komdis PSSI,” ujar dia.

Sebelum PSSI mengumumkan penghentian kompetisi, para pemain yang tergabung dalam Asosiasi Pesepak Bola Profesional (APPI) menyatakan sikap untuk melakukan aksi mogok bermain pada pekan ke-24 Liga 1. Dalam pernyataannya, APPI mengecam dan mengutuk peristiwa pengeroyokan terhadap Haringga. 

“Pernyataan sikap kami ini sebagai bentuk tanggung jawab pemain atas peristiwa yang terjadi di GBLA,” kata Ketua APPI Ponaryo Astaman di Jakarta, Selasa.

APPI mengundang semua kapten dan beberapa pemain dari 18 klub peserta Liga 1. Namun, tiga perwakilan klub tidak hadir, yaitu PSMS Medan, Persipura Jayapura, dan Persib Bandung.

Ponaryo mengatakan, kapten dan perwakilan pemain dari tiga klub tersebut menyatakan akan taat pada isi pernyataan sikap APPI.  “Perwakilan Persib tidak bisa hadir karena seluruh pemain mengunjungi rumah duka,” kata Ponaryo.

Beberapa pemain yang menghadiri pernyataan sikap mogok bertanding adalah pemain Persija Jakarta Bambang Pamungkas dan Andritany Ardiyasa. Selain itu, ada Bayu Pradana dari Mitra Kukar dan Abduh Lestaluhu dari PS Tira. Persebaya diwakili Ruben Sanadi dan Rendi Irawan.

Kiper Persija Jakarta yang juga Wakil Ketua APPI Andritany Ardiyasa mengatakan, ada enam hal yang menjadi penegasan anggota APPI. Selain melakukan aksi mogok main, APPI meminta kepada seluruh suporter dari klub-klub Liga 1 dan Liga 2 membuat nota damai yang dijadikan kesepakatan bersama.

Nota damai tersebut, kata dia, demi memastikan insiden kerusuhan dan kehilangan nyawa dalam kompetisi sepak bola Tanah Air tidak kembali terulang. "Aksi tak turun lapangan tersebut akan berlanjut selama nota damai antarsuporter tersebut belum terealisasikan," katanya. 

Andritany mengatakan, nota damai antarsuporter di Indonesia tersebut dijadikan komitmen bersama dengan PSSI dan PT LIB sebagai penanggung jawab Liga 1 dan Liga 2. Nota damai, kata dia, juga akan diteruskan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan kepolisian agar dijadikan bukti perdamaian antar suporter se-Indonesia.

APPI juga mendesak PSSI dan PT LIB memberikan hukuman yang berat dan adil kepada pihak yang terlibat dalam kejadian tewasnya Haringga. "Ini penting agar peristiwa ini tak terjadi lagi dan memberikan efek jera kepada semua pihak,” ujar Andritany.

Kemarin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga menggelar konferensi pers. Menpora meminta PSSI dan PT LIB menghentikan kompetisi selama dua pekan. 

"Penghentian sementara ini sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga korban, bentuk belasungkawa nasional, dan juga untuk evaluasi," katanya.

Imbauan Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut berduka atas meninggalnya Haringga. Jokowi mengimbau agar para suporter tidak bersikap fanatik yang berlebihan sehingga memicu terjadinya kriminalitas. Ia menegaskan, setiap ajang olahraga harus menjunjung sportivitas.

"Jangan sampai fanatisme yang berlebihan jadi kebablasan sehingga terjadi kriminalitas. Harus segera disetop," kata Jokowi di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9).

Jokowi mengaku telah meminta Kemenpora, PSSI, dan kelompok suporter untuk duduk bersama membahas masalah kekerasan dalam sepak bola Indonesia. "Harus ada sebuah komitmen bersama-sama agar kejadian itu tidak terulang," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, penjatuhan sanksi untuk klub sepak bola yang suporternya melakukan kekerasan tidak menjamin masalah ini akan berhenti. Oleh karena itu, ia menekankan, hal terpenting untuk mengatasi permasalahan ini adalah semua pihak saling berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

"Yang paling penting duduk bersama, menpora, PSSI, kelompok-kelompok suporter, terutama yang fanatik-fanatik, duduk bersama. Ada apa, itu yang diselesaikan," kata dia. [rpk]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Liga 1 Dihentikan, Sanksi Tegas PSSI Dinanti
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top