Jumat, 27 November 2020 |
News Room

LBH Pers Desak Kapolri Usut Tuntas Penggerudukan Kantor Radar Bogor

Jumat, 01 Jun 2018 | 10:03 WIB Dibaca: 484 Pengunjung

Massa PDI-P di Kantor Radar Bogor. (Ist)

SERANG, [NEWSmedia] - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk menuntaskan penggerudukan dan pengrusakan Kantor Radar Bogor beberapa hari lalu.

Demikian hal tersebut diungkapkan  oleh Direkturif Eksekutif LBH Pers, Nawawi Bahrudin melalui siaran pers yang diterima NEWSmedia, Jumat (1/6/2018).

"Kami mendesak Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk segera memerintahkan anggotanya mengusut tuntas peristiwa tindakan menghambat atau menghalangi kegiatan jurnaistik, penggerudukan, penganiayaan dan juga pengrusakan kantor yang dilakukan oleh orang yang mengatasnamakan diri dari PDIP, tanpa harus menunggu pelaporan atau pengaduan dari pihak korban," kata Nawawi.

Ia menilai, kekerasan dan pengrusakan kantor Radar Bogor yang dilakukan oleh kader PDIP merupakan salah satu tindak pidana kekerasan terhadap orang dan barang secara bersama-sama sebagaimana dalam Pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara lima tahun enam bulan atau penganiayaan sebagaimana dalam Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

"Kami juga meminta kepada pimpinan  PDIP untuk memberikan sanksi terberat kepada kader yang terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum dalam peristiwa itu," jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada Ketua Dewan Pers untuk proaktif berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk mendesak pengusutan lebih lanjut dari tindakan penggerudukan dan kekerasan terhadap Radar Bogor tersebut.

"Hal ini sesuai dengan mandatnya dalam Pasal 15 UU Pers yaitu dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Rabu (30/5/2018) Kantor Radar Bogor didatangi oleh sekolompok massa yang mengatasnamakan dari PDIP Bogor.

Mereka datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf dan melakukan pemukulan, merusak properti kantor.

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kader PDIP tersebut berawal dari keberatan headline Radar Bogor yang berjudul 'Ongkang-ongkang kaki dapat Rp112 Juta'. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

LBH Pers Desak Kapolri Usut Tuntas Penggerudukan Kantor Radar Bogor
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top