Minggu, 25 Agustus 2019 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Lagi, Tim Advokasi WH-Andika Laporkan Sejumlah Temuan Pilkada Banten ke Bawaslu

Senin, 14 Nov 2016 | 20:24 WIB Dibaca: 1317 Pengunjung

Tim Advokasi pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) di kantor Bawaslu Provinsi Banten, Senin (14/11/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] – Tim Advokasi pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) kembali mendatangi kantor Bawaslu Provinsi Banten, Senin (14/11/2016) untuk melaporkan sejumlah temuan terkait dugaan pelanggaran Pilkada Banten 2017.

Kali ini, Tim Advokasi WH-Andika membawa lima laporan antara lain temuan soal alat peraga kampanye (APK) yang dipasang oleh KPU Kota Tangerang Selatan hanya ada satu, yaitu calon nomor urut dua, sedangkan calon nomor urut 1 tidak dipasang.

Kedua, adanya APK yang tidak resmi yang terbit di daerah Kota Tangerang. Ketiga, temuan foto Rano Karno yang masih terpampang di kantor Dinas BKPMPT Provinsi Banten. Keempat, adanya foto Rano Karno di baliho kegiatan kemah bakti yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten.

Terakhir, temuan foto Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten Revri Aroes yang berpose ‘Salam Dua Jari’ sebagai simbol nomor urut dua dari pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

“Harapan yang besar dari kami, Bawaslu Provinsi Banten segera melakukan tindakan yang cepat, terutama soal temuan alat peraga kampanye yang tidak sesuai, mengingat waktu pelaksanaan Pilkada Banten dalam beberapa bulan mendatang segera dilaksanakan,” kata perwakilan Tim Advokasi WH-Andika Ferry Renaldy dan Nandang Wirakusumah di kantor Bawaslu.

Ferry mengungkapkan, untuk foto Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten Revri Aroes yang melakukan salam dua jari diketahui dilakukan pada acara perkumpulan salah satu organisasi.

“Sebelumnya kan kita sudah melaporkan pejabat Pemprov Banten termasuk kepala dishubkominfo yang melakukan salam dua jari pada saat pelepasan atau perpisahan dengan Rano Karno yang cuti sebagai Gubernur Banten beberapa waktu lalu,” ungkap Ferry

Menurutnya, ‘Salam Dua Jari’ yang dilakukan oleh Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten beserta anggota organisasi tersebut berindikasi adanya keterlibatan birokrat untuk ikut serta memenangkan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Banten 2017.

“Saat kadishubkominfo Provinsi Banten beserta masyarakat melakukan salam dua jari, itu artinya ada indikasi keterlibatan pihak birokrat untuk memenangkan salah satu calon gubernur dan wakil gubernur di pilkada nanti. Oleh karena itu, kami laporkan ke Bawaslu,” tuturnya. [ifal]

Penulis: Syarifal Fahlevi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Lagi, Tim Advokasi WH-Andika Laporkan Sejumlah Temuan Pilkada Banten ke Bawaslu
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top