Sabtu, 15 Mei 2021 |
News Room - Peristiwa - Banten Memilih

Lagi, 10 Dugaan Pelanggaran Terkait Rano Karno Dilaporkan ke Bawaslu

Rabu, 19 Okt 2016 | 17:15 WIB Dibaca: 1681 Pengunjung

Tim advokasi WH-Andika, Ferry Renaldi, SH saat menyerahkan bukti-bukti dugaan pelanggaran pilkada di kantor Bawaslu Banten, Rabu (19/10/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Tim advokasi bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy kembali melaporkan dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan bakal calon petahana Gubernur Banten Rano Karno. Ada  sepuluh dugaan pelanggaran pilkada yang dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Banten, Rabu (19/10/2016).

Perwakilan dari tim advokasi WH-Andika, Ferry Renaldi mengungkapkan, kedatangan dirinya ke Bawaslu bertujuan untuk melaporkan 10 laporan terkait bakal calon petahana Gubernur Banten yang diduga melanggar Peraturan KPU nomor 12 tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Berikut sepuluh laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan tim advokasi WH-Andika ke Bawasl Banten:

  1. Gambar Rano Karno sebagai Gubernur Banten dalam iklan sosialiasi program Dinas Pendidikan di salah satu media cetak. Larangan memasang foto calon petahana tidak diperbolehkan berdasarkan PKPU Nomor 12 tahun 2015 pasal 67.
  2. Fanpage Facebook bernama H. Rano Karno yang memakai tampilan foto profil menggunakan seragam PDU Gubernur berwarna putih, memposting kegiatan Pemprov Banten dan postingan kampanye politik pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief, termasuk kegiatan deklarasi pencalonan di pilgub.
  3. Adanya beberapa spanduk Gerakan Masyarakat Anti Dinasti (Gemas). Dalam laporan itu disebut bahwa hal itu tidak boleh dilakukan karena dapat memprovokasi masyarakat Banten.
  4. Tagline 'Tegas Merakyat' yang menjadi alat kampanye pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief dipakai juga di salah satu baliho kegiatan pemerintah yang terpasang di kawasan Palima Kota Serang.
  5. Atribut kampanye Rano Karno-Embay Mulya Syarief di salah satu lingkungan pendidikan, yakni di pagar SMP Negeri 7 Kota Serang.
  6. Saat Rakerdasus PDI-Perjuangan di kota Tangerang, ada baliho yang memuat foto Ketua DPRD Kota Tangerang, Sukarni dan Gubernur Banten, Rano Karno, tetapi menggunakan logo PDI-Perjuangan.
  7. Beberapa baligho Pospenas 2016 yang berbeda-beda dan lebih banyak berwarna merah hijau dan juga biru, yang identik dengan parpol pengusung Rano Karno-Embay Mulya Syarief (PDIP, PPP dan NasDem).
  8. Billboard Pemerintah Provinsi Banten di ruas tol Karang Tengah masih memuat foto Rano Karno dengan tulisan 'Selamat Datang di Provinsi Banten'.
  9. Masih ada foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten di acara Pencak Silat.
  10. Masih banyak billboard di KP3B yang memuat foto Rano Karno dan belum diturunkan.

“Kebanyakan laporan ini dugaan pelanggaran PKPU nomor 12 tahun 2015 pasal 66 dan 67 dan kami meminta kepada Bawaslu agar bisa bertindak, agar perjalanan pesta demokrasi ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata tim Advokasi WH-Andika, Ferry Renaldi, SH.

Berkaitan laporan mengenai adanya foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten dalam iklan program sosialisasi Dinas Pendidikan di salah satu media cetak, Ferry menilai itu masuk sebagai pelanggaran kampanye yang dilakukan Pemprov Banten.

"Seharusnya yang dipasang adalah foto sekretaris daerah atau kepala dinas,” kata Ferry, usai menyerahkan dokumen-dokumen bukti laporan dugaan pelanggaran.

Berkas dan dokumen laporan dugaan pelanggaran tersebut diterima bagian hukum pada Sekretariat Bawaslu Provinsi Banten. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Lagi, 10 Dugaan Pelanggaran Terkait Rano Karno Dilaporkan ke Bawaslu
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top