Rabu, 18 Juli 2018 |
News Room - Pendidikan - Pemerintahan

Kurangnya Keterampilan Faktor Penyebab Tingginya Angka Pengangguran di Banten

Sabtu, 22 Jul 2017 | 14:49 WIB Dibaca: 817 Pengunjung

Balai Latihan Kerja Serang.*

SERANG, [NEWSmedia] - Sebagian besar Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Provinsi Banten merupakan daerah Industri. Tercatat lebih dari 14.000 perusahaan berdiri khususnya di wilayah Cilegon, Serang Timur dan Tangerang. Dengan jumlah yang begitu banyak, idealnya angka pengangguran menjadi kecil. Sayangnya yang terjadi tidak demikian.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat, Banten berada di posisi empat dengan total pegangguran terbanyak di Indonesia. Angkanya mencapai 7,75 persen atau setara dengan 462 ribu orang.

Sebab, kurangnya pendidikan formal bagi Sumber Daya Manusia (SDM). ”Itu menandakan kalau Banten belum mampu mencukupi kebutuhan pasar,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Banten, Al Hamidi di Serang, Jumat (21/7/2017).

Potensi SDM di Banten, jelas Hamidi, masih lemah. Selain itu, hubungan industrial yang terjadi juga belum harmonis.

"Masih sering terjadi unjuk rasa. Di sini masih sering (terjadi) audiensi serikat buruh terkait hal-hal normatif yang dilanggar perusahaan," ujarnya kembali.

Kemudian, dia juga menyebutkan, ada 25.000 tenaga kerja dari luar daerah yang diizinkan masuk Banten. Tenaga kerja asing yang masuk pun cukup banyak, mencapai 10.000 orang.

Hal tersebutlah yang kemudian jadi masalah persiangan penempatan tenaga kerja dan tingkat kompetensi.

"Sebagian besar (Tenaga Kerja Asing) dari Tiongkok,” tambahnya.

Terkait dengan persaingan dalam ketenagakerjaan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten pun membuat beberapa langkah untuk mendapat solusi.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga terus memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dengan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk menemukan jalan keluar. Konsep ini diyakini mampu menjawab permasalahan kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia, termasuk memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK).

Salah satu yang memiliki nilai lebih adalah BLK yang bermarkas di Serang, Banten. Sejak 2001, tempat pelatihan tersebut memiliki program yang diadopsi secara utuh dari negara maju seperti Austria.

Program yang berdurasi 2 tahun itu meliputi in house training dan on the job training untuk kejuruan Las Industri, Mesin Industri, Elektronika Industri, dan Mekatronika.

Dengan mengikuti program tersebut, peserta akan dibekali pelatihan dengan kompetensi untuk mengantisipasi perubahan teknologi dan kualifikasi pekerjaan yang berubah cepat.

“Sesuai arahan Kemnaker, (program yang dibuat) harus masif dan fokus. Tahun ini jumlah peserta  pelatihan di BBPLK Serang meningkat 6 kali lipat dibandingkan tahun  sebelumnya,” kata Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Fauziah.

Pada awal tahun, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri telah menunjuk 3 Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK). Adapun, BLK yang tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 301.

Sebanyak 17 BLK merupakan BLK UPTP, yang berarti di bawah pemerintah pusat (Kemnaker), sedangkan yang lainnya adalah BLK UPTD milik Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. [Kompas]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kurangnya Keterampilan Faktor Penyebab Tingginya Angka Pengangguran di Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top