Selasa, 11 Mei 2021 |
News Room - Politik

Kubu SBY-Prabowo Apakah akan Jadi 'King Maker' atau Adu Kuat Dengan Mega-Jokowi 

Kamis, 27 Jul 2017 | 16:26 WIB Dibaca: 9312 Pengunjung

Prabowo dan Jokowi.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto akan bertemu malam ini dan ditenggarai akan membahas Pilpres 2019, serta merajut koalisi untuk menantang Jokowi.

Rencana pertemuan SBY dan Prabowo Subianto nanti malam dilihat sebagai fenomena yang menarik. Jika benar terjadi, koalisi SBY dan Prabowo menuju Pilpres 2019 akan melahirkan kekuatan besar.

"Saya melihat pertemuan SBY dan Prabowo ini satu pembukaan yang akan memunculkan perkubuan politik yang hanya bisa diimbangi kombinasi Megawati dan Jokowi, puncaknya adalah 2019. Jika Jokowi terpilih kembali tentu pemerintahan akan diteruskan, jika Prabowo bisa mengalahkan tentu yang di luar pemerintahan saat ini yang akan meneruskan," kata founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, kepada wartawan, Kamis (27/7/2017). 

Denny lantas mengungkap peta politik nasional saat ini. Ia menyebut ada empat pusaran kekuatan politik yang kuat.

"Jadi memang kalau kita lihat dari sisi pusat kekuatan politik sebenarnya di Indonesia ada empat saja yang benar-benar punya pengaruh yang besar," kata Denny.

"Pertama Jokowi karena dia adalah presiden jadi semua gerak-gerak dia itu kuat, kedua Megawati dia pemimpin partai terbesar saat ini, ketiga Pak SBY karena dia mantan presiden 10 tahun dan jaringannya masih kuat, dia juga ketua umum partai. Keempatnya Prabowo yang sekarang ini dari segi elektabilitas partainya kedua terbesar dan dia pun juga calon presiden terkuat kedua setelah Jokowi," ungkap Denny.

Nah jika keempat kekuatan besar ini bergerak dan bermanuver maka akan besar efeknya di Pemilu 2019 mendatang. 
"Nampak sekarang dua-dua, Mega-Jokowi satu kubu dan Prabowo-SBY ada di kubu lainnya. Jika ini terjadi maka Indonesia akan kembali terpolarisasi menjadi dua kubu. Kubu Mega-Jokowi yang akan mencapreskan Jokowi begitu juga Prabowo mungkin akan muncul kembali," pungkasnya.

Sementara, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan sinyal kuat bahwa Prabowo kembali akan menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

"Pertemuan itu adalah sinyal yang sangat jelas Prabowo akan jadi lawan Jokowi dan berdiri di seberang Jokowi di pilpres mendatang," kata Hendri.

Meski demikian, lain dulu lain sekarang, situasi politik sudah jauh berbeda. Hendri menilai Prabowo hari ini tak sekuat saat 2014, apalagi yang dihadapi adalah presiden incumbent.

"Kalau saat ini belum bisa menandingi Jokowi. Jauh lebih baik kalau pertemuan kali ini keduanya memantapkan diri menjadi king maker," kata Hendri.

"Prabowo sudah dua kali nyapres, kalau SBY sudah selesai dua periode jadi presiden. Sekarang saatnya mereka melahirkan tokoh baru penantang Jokowi," tuturnya.

Lantas, siapa tokoh baru yang bisa diusung menjadi capres penantang Jokowi?

"Nama yang sedang sangat populer misalnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, atau bisa memilih kepala daerah yang sudah sukses menjabat dua periode, atau bisa juga ketua umum parpol," ucapnya.

Lantas, akankah SBY dan Prabowo benar-benar menjadi king maker dalam Pilpres 2019? [dtc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kubu SBY-Prabowo Apakah akan Jadi 'King Maker' atau Adu Kuat Dengan Mega-Jokowi 
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top