Selasa, 26 Januari 2021 |
News Room - Hukum

KTP Hilang Disalah-gunakan, Warga Lebak Ngadu ke Polda Banten

Senin, 16 Des 2019 | 19:03 WIB Dibaca: 776 Pengunjung

Rahmat Hidayat saat di Ruang SPKT Polda Banten, Senin (16/12/2019) sore.*

SERANG, [NEWSmedia] - Rahmat Hidayat, warga asal Kampung Cikaraton Desa Sumberwaras Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak mendatangi Mapolda Banten guna melakukan pengaduan, Senin (16/12/2019) sore.

Pengaduan tersebut, berkaitan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya yang diduga disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk tindak kejahatan berupa penipuan.

"Dua orang sudah menjadi korban, orang Depok dan orang Cirebon, keduanya tertipu oleh oknum yang mengaku saya dan pake KTP saya, padahal KTP saya sudah hilang dari 20 Agustus 2019," kata Rahmat.

Rahmat menerangkan, berdasarkan pengakuan korban Nevi yang berhasil dikenalinya melalui media sosial, modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan cara menawarkan jasa asisten rumah tangga dan pekerja kepada calon korbannya. Meski tidak kenal, namun korban mempercayainya lantaran pelaku mengirimkan foto KTP melalui WA Messenger.

"Korban ini awalnya mencari asisten rumah tangga di facebook, kemudian ditawari oleh pelaku. Pertama kali saya mengetahui hal ini diberi tahu oleh anggota Polsek Malingping. Kemudian saya telusuri di Medsos dan ditemukanlah postingan korban Nevi (asal Depok), kemudian dia membeberkan kronologisnya," kata Rahmat.

Korban Nevi, lanjut Rahmat, sempat mentransfer uang sebanyak dua kali kepada pelaku, masing-masing yang pertama Rp100 ribu dan yang kedua Rp900 ribu. Namun menurutnya, uang tersebut bukan dikirim ke rekening Rahmat Hidayat, melainkan ke rekening atas nama Karisma Munik Larasati dengan nomor rekening 3200617516.

"Pengiriman uang yang pertama saat si ART ini akan diberangkatkan ke rumah korban. Setelah si ART datang, korban (Nevi) transfer lagi. Kemudian besoknya si ART ini kabur, beruntung korban sempat menyimpan fotonya," terang Rahmat.

Setelah Nevi, korban selanjutnya yang diketahui adalah Teguh Darmawan asal Cirebon. Rahmat mengetahui hal tersebut setelah dirinya menerima surat somasi yang dikirim oleh kuasa hukum Teguh melalui pos.

"Dalam surat somasi itu dia menagih uang sebesar Rp15 juta bekas biaya transport dan tiket pesawat 10 orang tenaga kerja. Jadi si pelaku ini menjanjikan akan mengirim 10 pekerja kepada korban untuk dipekerjakan di Makassar," imbuhnya.

Lebih lanjut Rahmat menerangkan, ada dua kemungkinan pelaku mendapatkan KTP miliknya. Pertama pelaku menemukan KTPnya yang hilang pada 20 Agustus 2019 lalu, kedua pelaku mendapatkan KTP miliknya dari google.

"Karena saya pernah memposting KTP di blog pribadi pada 2016 lalu," terangnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat jika ada orang yang mengaku dan menunjukkan KTP atas nama Rahmat Hidayat, agar segera melapor ke Polisi setempat.

"Kalau ada yang ngaku-ngaku saya, selain saya, laporkan saja ke pihak kepolisian," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

KTP Hilang Disalah-gunakan, Warga Lebak Ngadu ke Polda Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top