Rabu, 15 Agustus 2018 |
News Room

Kosgoro Harapkan Kebesaran Hati Pilot Garuda Batalkan Mogok Kerja

Minggu, 03 Jun 2018 | 19:03 WIB Dibaca: 1648 Pengunjung

DPN Gema Kosgoro.*

SERANG, [NEWSmedia] - Gerakan Mahasiswa Kosgoro menyayangkan rencana mogok massal para pilot Garuda yang diinisiasi oleh Serikat Pekerja Garuda (SEKARGA) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG).

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa (DPN Gema) Kosgoro, HM Untung Kurniadi melalui siaran pers yang diterima NEWSmedia, Minggu (3/6/2018).

“Kami menyayangkan rencana mogok tersebut. Karena yang dirugikan adalah konsumen,” kata Untung.

Ia menjelaskan, pihaknya berharap agar pilot dan karyawan maskapai Garuda Indonesia mengurungkan rencana mogok kerja tersebut, karena akan berdampak pada masyarakat luas, terlebih apabila mogok masal dilakukan pada saat mudik Lebaran nanti.

"Kami meminta kebesaran hati para pilot dan karyawan untuk membatalkan rencana mogok apalagi pada mudik lebaran karena sekali lagi yang dirugikan adalah konsumen,” kata Untung yang juga menjabat ketua hubungan antar lembaga PPK Kosgoro.

Untung menilai, aksi mogok massal tersebut, justru membuat publik hilang simpati kepada perjuangan serikat karyawan Garuda dan asosiasi pilot Garuda selama ini.

"Kami berharap karyawan dapat bernegosiasi secara intensif dengan pihak managemen dan pemerintah selaku pemilik Garuda secara elegan, tanpa mengorbankan hak-hak konsumen," terangnya.

Ia juga mengimbau pihak managemen GA mendengarkan aspirasi SEKARGA dan APG serta secara sistemik memperbaiki pelayanan kepada konsumen, sebab menurutnya, Garuda Indonesia adalah maskapai yang memiliki market share besar dengan jumlah armada yang banyak.

"Kalau mogok kerja dilakukan, maka dampaknya akan dirasakan masyarakat luas," tuturnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen ( BPSK) Kota Tangerang Selatan Junaidi mengatakan, konsumen dapat mengadukan ke BPSK terdekat terkait kerugian akibat mogoknya pilot dan karyawan GIA karena melanggar UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Pelaku usaha juga dapat dituntut hukuman administrasi sampai dengan Rp200 juta dan denda kerugian kurungan 5 tahun penjara atau denda maksimal Rp2 miliar," pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, ribuan pilot dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia berencana untuk melakukan aksi mogok kerja atau tak mau terbang saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri.

Aksi mogok terbang itu merupakan buntut dari belum adanya titik terang atas diskusi dari tuntutan para pilot yang diajukan pada 2 Mei 2018.

Para Pilot dan kru Garuda Indonesia tersebut menuntut agar adanya pergantian direksi Garuda serta pengembalian aturan yang sebelumnya diganti. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kosgoro Harapkan Kebesaran Hati Pilot Garuda Batalkan Mogok Kerja
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top