Selasa, 17 Juli 2018 |
News Room - Pemerintahan - Hukum

Kasus Korupsi Dana Jaspel RSUD Banten Diduga Akibat 'Ulah' Pihak Luar

Senin, 24 Jul 2017 | 16:57 WIB Dibaca: 1364 Pengunjung

RSUD Banten.*

SERANG, [NEWSmedia] – Kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (Jaspel) di RSUD Banten yang diduga dilakukan Direktur Utama RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti diperkirakan karena adanya intervensi dari pihak luar. Dwi Hesti ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi pemotongan dana Jaspel di rumah sakit dengan nilai Rp17,8 miliar.

Ketua Komisi 5 DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan mengaku prihatin atas hal yang terjadi di instansi yang menjadi mitra kerja komisionalnya.

“Secara pribadi saya prihatin atas kejadian itu. Secara kelembagaan Komisi 5, harus saya akui DPRD lemah dalam melakukan pengawasan sehingga ini terjadi,” kata Fitron, Senin (24/7/2017).

Fitron menilai tindakan korupsi yang diduga dilakukan Dirut RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti, terjadi karena adanya intervensi dari pihak luar. Artinya, tindakan tersebut bukan atas dasar karena keinginan murni dari tersangka.

Politisi Partai Golkar ini merasa tidak yakin, pimpinan rumah sakit pemerintah itu berani melakukan perbuatan tersebut untuk kepentingan sendiri. Fitron pun menduga ada keterlibatan dari pihak lain yang perlu diusut oleh aparat penegak hukum.

Ia berharap Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang yang menangani perkara itu, agar bisa mengungkap secara jelas, motif dan tujuan dari tindakan tersebut, termasuk mengusut pihak lain yang terlibat.

“Semua orang punya kesataraan di mata hukum, berdiri di atas asas hukum praduga tak bersalah, jadi saya harap diproses seadil-adilnya,” ucap Fitron.

Baca juga: Direktur RSUD Banten Tersangka Korupsi Dana Jaspel Rp17,8 M

Menurut Fitron, kejadian ini menandakan bahwa pengawasan yang dilakukan DPRD, terutama Komisi 5, terhadap RSUD Banten sebagai mitra kerja, dinilai masih lemah. Namun ini bakal menjadi catatan bagi pihaknya untuk lebih memperkuat pengawasan.

"Pengawasan terhadap mitra ini (manajemen RSUD Banten) harus ditingkatkan. Ini bukti DPRD agak lemah dalam pengawasan, saya akui. Jika pengawasannya ketat, bisa kita lakukan kontrol,” tuturnya.

Diketahui, Kejari Serang telah menetapkan Direktur Utama RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (jaspel) di RSUD Provinsi Banten tahun anggaran 2016 senilai Rp17,872 miliar. Adapun dari nilai tersebut, uang yang diduga dikorupsi sebesar Rp1,9 miliar. [red/ard]

Penulis: Red
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kasus Korupsi Dana Jaspel RSUD Banten Diduga Akibat 'Ulah' Pihak Luar
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top