Senin, 16 Juli 2018 |
News Room

Kisah Nenek Lansia di Kabupaten Serang yang Tinggal di Gubug

Kamis, 12 Jul 2018 | 19:05 WIB Dibaca: 203 Pengunjung

Nenek Asibah di Kampung Kosambi Dalem, Desa Lebakwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Kamis (12/7/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] – Nenek Asibah (70), sudah dua tahun tinggal di gubug berukuran 3 x 3 meter di Kampung Kosambi Dalem, Rt 01/01, Desa Lebakwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang.

Gubug yang ia tinggali, adalah tempat ia tidur, makan dan minum, sekaligus menjadi tempat buang air besarnya.

Sebenarnya, ia tak hidup sendirian, melainkan ada dua orang anak perempuannya, Juntiyah dan Salkah yang tinggal terpisah, namun masih satu kampung.

Juntiyah (50), salah seorang anak perempuan Nenek Asibah mengaku terpaksa harus memisahkan ibunya di dalam gubug seorang diri, lantaran dirinya tidak memiliki tempat tinggal yang layak untuk dirinya dan ibunya tersebut.

“Saya tidak punya rumah, tinggalnya bareng sama cucu. Kalau ibu (Nenek Asibah-red) tinggal serumah, soalnya suka BAB sembarangan. Habis makan, dia suka BAB, nggak bilang-bilang. Baunya tidak sedap. Coba kalau punya rumah sendiri mah enak,” kata Juntiyah saat ditemi di Kampung Kosambi Dalem, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Kamis (12/7/2018).

Meskipun ia dan Nenek Asibah tak serumah, namun dirinya selalu menyempatkan diri untuk merawat ibunya, seperti memberi sarapan, makan siang dan makan malam, bahkan ia juga selalu memandikan Nenek Asibah di sungai.

"Kadang juga membersihkan kotoran ibu (Nenek Asibah-red)" tuturnya.

Juntiyah pernah menyediakan amben (tempat tidur-red) untuk Nenek Asibah. Sayangnya, Nenek Asibah selalu merusak barang-barannya itu. Kerap, malam hari, orangtuanya ini, keluar dari gubug dan tidak tahu jalan.

“Sering malam-malam keluar, tidak digembok, dia keluar sendirian, kadang ada yang nganterin pulang, emang lupa ingatan, sudah lama,” ujarnya.

Juntiyah mengatakan, Nenek Asibah selalu mengenang mendiang suaminya, yang sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Nenek Asibah selalu berkata bahwa, suaminya ini masih hidup dan ingin sekali tidur serumah dengannya.

“Kata Ibu saya, mana suami saya, saya pengen tidur sama suami saya, kok belum pulang-pulang juga,” kata Juntiyah menirukan ucapan Nenek Asibah.

Reporter NEWSmedia yang berkunjung bersama tim dari Dinas Sosial Kabupaten Serang mencoba berbicara dengan Nenek Asibah dan membujuknya untuk ikut bersama tim dari Dinsos, namun Juntiyah tidak menerima hal tersebut.

“Nggak mau dibawa. Namanya Ibu, saya pengen ngerawat, nggak mau jauh-jauh dibawa ke Serang meskipun enak di sana,” ungkapnya.

Tim Dinsos pun mencoba menawarkan opsi lain, yakni berinisiatif untuk memperbaiki gubuk yang ditinggali Nenek Asibah.

“Kalau diperbaiki syukur Alhamdulillah. Tapi, ini tanah milik cucu saya, takut iri, nanti. Saya nggak enak,” ucap Juntiyah.

Sementara itu, Nenek Asibah terlihat terdiam dan sesekali berkata dengan nada rendah. Ia bersama Juntiyah duduk di atas amben. Beberapa tim Dinsos masih berada di gubugnya, begitu juga Camat Lebakwangi, Epi S Sukma.

Menurut penuturan Epi, dirinya menilai Nenek Asibah tidak ditelantarkan oleh anak-anaknya, sebab ia melihat Juntiyah tengah memberikan makanan kepada Nenek Asibah.

“Tadi padi, ada anaknya lagi bawa nasi, berarti ada perhatian si anaknya. Jadi dikasih makan. Kalau BAB anaknya yang negebrsihin,” kata Epi.

Epi juga mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Serang agar permasalahan tersebut bisa teratasi dan memberikan tempat tinggal yang layak kepada Nenek Asibah.

“Dicoba ditanya diajak ke Balai, memang anaknya (Juntiyah-red) tidak berkenan. Dia ingin mengurus ibunya, tidak mau jauh-jauh,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Nenek Asibah memiliki tujuh orang anak. Empat diantaranya meninggal dunia. Sementara, Juntiyah dan Salkah, dua anak perempuannya masih tinggal di Kampung Kosambi Dalem dan merawat Nenek Asibah. Satu orang anak laki-lakinya, pergi bekerja ke luar negri dan tak ada kabar. [CR]

Penulis: Anton
Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

Harga Emas Antam Merosot Rp3.000 per Gram
Minggu, 15 Jul 2018 | 07:02 WIB
Harga Emas Antam Merosot Rp3.000 per Gram
50 Bacaleg PKS Daftar ke KPU Kabupaten Serang
Sabtu, 14 Jul 2018 | 11:23 WIB
50 Bacaleg PKS Daftar ke KPU Kabupaten Serang

KOMENTAR

Kisah Nenek Lansia di Kabupaten Serang yang Tinggal di Gubug

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top