Rabu, 22 November 2017 |
News Room

Kisah Nenek Berumur 110 Tahun yang Tinggal di Gubuk Reyot di Kota Serang

Kamis, 19 Okt 2017 | 20:41 WIB Dibaca: 263 Pengunjung

Nenek Wati (110) saat ditemui awak media di kediamannya, Kamis (19/10/2017)

SERANG, [NEWSmedia] - Namanya Wati, seorang janda tua berumur 110 tahun yang rela bertahun-tahun tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran 6x3 meter di pinggir rel kereta api di Ling. Ciwaktu RT 03/01, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang.

Nenek Wati harus menerima kenyataan untuk hidup di gubuk itu setelah sang suami meninggalkan dirinya sejak 40 tahun yang lalu.

Gubuk dengan atap rumbia dan dinding yang terbuat dari bilik bambu itu dipenuhi dengan tambalan plastik, bahkan jika hujan turun, nenek Wati terpaksa harus mencari tempat yang tidak terkena percikan air yang perlahan masuk kedalam rumahnya.

"Di sini sebatang kara, nenek pengen benerin rumah ini pake genteng, biar engga bocor kalau hujan," kata Wati kepada wartawan, Kamis (19/10/2017).

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nenek Wati hanya mampu berjualan permen dan makanan kecil untuk anak-anak yang sedang belajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dekat Musola tak jauh dari tempat tinggalnya itu.

"Paling gede dapat 10 ribu, biasanya tiga ribu sampai empat ribu," terang nenek Wati, sambil menunjukkan barang jualannya.

Nenek yang hidup sebatang kara itu mengaku asli dari Cikampek Jawa Barat, namun sejak 40 tahun yang lalu, nenek yang mempunyai keponakan di Kota Cilegon itu sudah pindah domisili dan menjadi warga Kota Serang.

"Engga punya anak, mungkin keponakan nenek itu malu ya, rumah neneknya ini jelek," kata nenek Wati yang juga mengaku sudah 60 tahun lebih tinggal di tempat itu, dari dulu sampai sekarang.

Gubuk reyot tempat tinggal Nenek Wati di Ling. Ciwaktu RT 03/01, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang.

Meski demikian, nenek Wati berharap ada pihak-pihak yang memperhatikan kelangsungan hidupnya, khususnya bagi yang sudah lanjut usia. Dan jika suatu saat, gubuknya itu dibongkar oleh pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI), dirinya mendapatkan jaminan hidup agar sedikit lebih baik.

"Dulu pernah ada Bu Atut (Mantan Gubernur Banten-red) ke sini, tapi setelah itu engga ada kabar lagi, eh denger kabar udah ditahan, sedih hati ini," kata nenek Wati, mengenang kembali masa lalunya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Serang, Samsuri mengaku, rumah milik nenek Wati tersebut, rencananya akan diperbaiki menggunakan anggaran dari APBD Perubahan 2017.

"Rumah gubug itu November akan dibantu, disumbang dari Dinsos," kata Samsuri saat dihubungi telpon selulernya.

Ia juga mengaku, pihaknya harus teliti dan memcermati tanah yang dibangun di atas gubug reot itu harus jelas. Bahkan, sebagai bentuk antisipasi, pihaknya akan mengecek kepemilikan tanah tersebut.

"Jangan sampai tanahnya itu bukan milik dia," pungkasnya, mengakhiri pembicaraan. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kisah Nenek Berumur 110 Tahun yang Tinggal di Gubuk Reyot di Kota Serang

BERITA TERKAIT

Top