Jumat, 26 April 2019 |
News Room

Kini BBM Satu Harga Tersebar di 124 Titik

Selasa, 16 Apr 2019 | 14:07 WIB Dibaca: 330 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - PT Pertamina (Persero) telah menjalankan BBM Satu Harga mencapai 124 titik daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) wilayah Indonesia.

Hal ini mendapat sambutan masyarakat, terlihat dengan realisasi volume penyaluran pada Desember 2018 yang mencapai sebanyak 88.543 Kilo Liter (KL) per bulan.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyebutkan, 124 titik BBM Satu Harga tersebut  tersebar di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan 27 titik, Sumatera 24 titik, Nusa Tenggara 16 titik, Sulawesi  14 titik, Maluku 11 titik dan Jawa – Bali 4 titik.

"Kami optimistis bisa meneruskan program ini dengan baik dan mencapai target pelaksanaan BBM Satu Harga di 160 titik wilayah Indonesia," kata Fajriyah, di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menurut dia, jika jumlah penyalur BBM satu harga semakin banyak,  masyarakat yang merasakan dampak dari BBM Satu Harga, yaitu harga BBM yang dijual sesuai ketetapan pemerintah, yaitu Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.

Fajriyah menambahkan, pada 2019 Pertamina akan menambah titik BBM Satu Harga di Sumatera sebanyak dua titik, Kalimantan 8 titik, Sulawesi tiga titik, Jawa & Bali satu titik, Nusa Tenggara 11 titik, Maluku 7 titik dan Papua empat titik.

"Pertamina senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas dan juga Kepolisian dalam pengawasan dalam pendistribusian BBM Satu Harga agar tepat sasaran serta menghindari adanya penyimpangan dan penyelendupan," ujar dia.

Salah satu wilayah yang telah merasakan dampak BBM Satu Harga adalah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Di wilayah ini, Pertamina telah menyalurkan BBM jenis premium dan solar sebanyak 50 ribu liter setiap bulannya melalui empat lembaga penyalur di Kepulauan Mentawai. 

Keempat titik BBM Satu Harga tersebut terletak di Sipora Utara oleh PT Rimata Saibi Jaya, Sipora Selatan oleh PT Ekindo Putra Andalas, Siberut Utara oleh PT Energi Saibi Jaya, dan Sipora Selatan oleh PT Ekindo Putra Andalas.

Fajriyah menuturkan, dengan ada empat SPBU kompak dari program BBM Satu Harga ini, masyarakat di Kepulauan Mentawai dapat menikmati harga BBM yang sama dengan masyarakat di wilayah lainnya, yakni Rp 6.450 per liter untuk jenis premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar. 

Fajriyah menambahkan, empat SPBU di Kepulauan Mentawai tersebut, merupakan bagian dari 24 titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi di Sumatera.

Sesuai dengan Perpres Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, harga premium dan solar di BBM Satu Harga sama di seluruh Indonesia

"Pertamina menjamin ketersediaan pasokan untuk empat SPBU tersebut yang penyalurannya dilakukan setiap dua sampai tiga kali dalam sebulan," ujar dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengoperasikan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga atau BBM Satu Harga di Desa Kolamar Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Hal ini merupakan upaya memberikan rasa keadilan bagi masyarakat di wilayah Terluar, Terdepan dan Terpencil (3T). 

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho mengatakan, lembaga penyalur BBM Satu Harga berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  (SPBU) Kompak 86.976.09.

Program BBM Satu harga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang berkeadilan, bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Kepulauan Aru – Maluku dan telah beroperasi sejak 2018.

"Titik BBM 1 Harga Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Aru ini telah melakukan uji operasi sejak 29 September 2018, dan merupakan 1 dari 5 titik yang telah beroperasi di wilayah Maluku tahun 2017 dan 2018," kata Brasto, di Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019. 

Sebelum ada titik BBM Satu Harga ini, masyarakat memperoleh BBM untuk transportasi dan kebutuhan nelayan dari lembaga penyalur terdekat  yakni SPBU Nelayan 88.976.01 sejauh kurang lebih 80 km, sehingga membuat harga Premium menjadi Rp 10 ribu per liter dan Solar Rp10 ribu  sampai Rp 15 ribu per liter di wilayah ini. 

Dengan ada SPBU ini, masyarakat Kecamatan Aru Utara kini bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya yakni Premium Rp 6.450 per liter dan Solar 5.150 per Liter.

SPBU Kompak 86.976.09 Desa Kolamar, Aru Utara memiliki kapasitas Premium 15 KL satu tangki, Solar berkapasitas total 11 KL dua tangki serta drum besi 50 buah kapasitas 200 liter per drum. Titik pasok dari Terminal BBM Dobo yang berjarak 78 km yang diangkut menggunakan kapal.

SPBU Kompak ini mencakup 13 desa di tiga kecamatan di Wilayah Kepulauan Aru Utara dengan jumlah 1400 KK. Alat penyaluran menggunakan canting manual ke jeriken berkapasitas 60 liter untuk mesin motor pada nelayan. 

Pada 2019 akan dilengkapi tiga titik SPBU BBM Satu harga, yakni di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya dua titik dan Seram Bagian Timur satu titik.

Kepala Badan Penelitian dan pengembangan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengungkapkan, ada program BBM Satu Harga ini sesuai dengan salah satu butir nawacita dari pemerintah, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga dipandang perlu mengakselerasi program BBM Satu Harga.

"Secara Nasional peresmian SPBU Kompak di Kepulauan Aru ini adalah peresmian yang ke 125. SPBU Kompak No. 86.976.09 dikelola oleh UD. Sinar Kola, semoga peresmian ini membawa manfaat bagi masyarakat di Desa Kolamar, Kecamatan Aru Utara,” ujar dia. [lpt]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Kini BBM Satu Harga Tersebar di 124 Titik

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top