Kamis, 25 April 2019 |
News Room

Kiai Cilegon Ingatkan Pentingnya Persaudaraan di Tahun Politik

Minggu, 03 Feb 2019 | 11:37 WIB Dibaca: 588 Pengunjung

Istighosah dan dzikir bersama yang dipimpin KH Hafidz Anshori, [Foto: Sucitra]*

CILEGON, [NEWSmedia] - Ratusan Jama'ah Majelis Istighosah Lintas Bumi menggelar dzikir dan pengajian bersama di Masjid Raudhotul Jannah, Komplek PCI, Kota Cilegon, Sabtu (03/02/2019) malam.

KH Hafidz Anshori yang memimpin istighosah tersebut, dalam mukadimahnya mengatakan, hidup di Indonesia yang menganut sistem demokrasi, memberikan hak kepada setiap warga negara sipil untuk memberikan suara dan menentukan pilihan politiknya masing-masing.

"Dengan demikian, sudah sunnatullah adanya perbedaan pilihan. Siapapun pilihan kita, semoga Allah SWT memberikan kita keberkahan dan kerukunan, agar kita dapat menghormati pilihan perbedaan tersebut, perbedaan adalah rahmat," ungkapnya, didampingi KH Gufron Abdul Manan dan KH Mahyani.

Ia menuturkan, perbedaan pilihan merupakan sunatullah yang harus disikapi secara positif, bahkan dirinya meminta agar masjid sebagai tempat ibadah umat muslim, bisa menjadi sarana untuk bersatunya umat dan membersihkan diri lahir batin.

"Demokrasi adalah dinamika bangsa Indonesia yang tak terhindarkan. Jika punya pilihan politik yang berbeda, jangan ada yang memaksakan pilihan, kita saling hormati pilihan masing-masing, berbeda adalah sunnatullah, mari kita jaga persaudaraan," ungkapnya.

Sementara itu, KH Chumaidi yang didaulat untuk mengisi ceramah usai dzikir bersama, menekankan pentingnya kesadaran untuk lebih sering mengintrospeksi diri, beristighfar dan merendahkan hati, bahkan dirinya mencontohkan pernyataan orang-orang yang menyebut peristiwa tsunami di Banten, akibat dari perbuatan maksiat.

"Allah sedang menunjukan bahwa Dia maha pengatur, diberi bencana bukannya introspeksi diri malah menuding orang maksiat, ini berarti sholat, ngaji dan dzikirnya tidak berefek, berarti ada yang salah dengan sholat dan dzikirnya. Jika tsunami itu terjadi karena maksiat, di New York lebih banyak yang maksiat, kenapa Allah tidak mengirim tsunami ke New York saja?" tanyanya yang disambut tawa ringan para Jama'ah.

Di tempat yang sama, Ketua DKM Masjid Raudhotul Jannah, Komarudian, selaku tuan rumah yang ditemui usai acara istighosah mengatakan, para peserta dzikir adalah para Jama'ah Majlis Dzikir Lintas bumi yang tersebar d Banten, mereka datang dari wilayah Kab Serang, Kota Serang, dan Cilegon.

"Jama'ah kita berasal dari kota Cilegon dan kota kabupaten sekitarnya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kiai Cilegon Ingatkan Pentingnya Persaudaraan di Tahun Politik
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top