Jumat, 16 November 2018 |
News Room - Politik

Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat akan Dilaporkan, Kenapa?

Jumat, 04 Agt 2017 | 15:11 WIB Dibaca: 1256 Pengunjung

Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat .*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat berpidato dalam suatu acara di NTT, bicara soal partai politik yang dituduhnya pro-khilafah dan intoleran. Tak tanggung-tanggung, Viktor menuding empat parpol yang disebutnya mendukung keberadaan negara khilafah di Indonesia.

Pidato Viktor soal tudingan terhadap empat parpol pro-khilafah tersebut salah satunya termuat dalam video berdurasi 02.05 menit. Di menit-menit awal video, Viktor bicara soal kelompok-kelompok ekstremis yang ingin mengubah NKRI jadi kekhilafahan.

"Kelompok-kelompok ekstremis ini ada mau bikin satu negara lagi, tidak mau di negara NKRI, mau ganti dengan nama negara khilafah," ujar Viktor dalam video itu.

Viktor lalu menyebut para pendukung kelompok ekstremis tersebut. Ada empat parpol yang disebutnya mendukung gerakan khilafah ini.

"Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran," kata Viktor yang pidatonya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Di video tersebut, Viktor seperti berpidato di hadapan masyarakat. Kepada masyarakat, Viktor lantas menjelaskan arti negara khilafah dalam pengertiannya sendiri.

"Mengerti dengan khilafah? Semua wajib salat, semua lagi yang di gereja. Mengerti? Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus salat," ujar Viktor.

Diapun bicara soal pencegahan pembentukan negara khilafah oleh kelompok ekstremis tersebut. Dia mengambil contoh masa lalu soal PKI. Lebih lanjut, dia juga bicara soal Perppu 2/2017 tentang Ormas.

"Kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita eksekusi mereka. Gue telepon lu punya ketua umum di sana, suruh you jangan tolak-tolak itu Perppu yang melarang untuk, Perppu Nomor 2 Tahun 2017," pungkas Viktor yang disambut tepuk tangan dan tawa masyarakat setempat. 

Menanggapi kicauan Viktor tersebut, PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS berencana membawa pidato Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat ke ranah hukum. Meski sebagian juga ada yang ingin melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), 

Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya akan menunggu perkembangan proses hukum.

"Sudah ada beberapa yang koordinasi mau melaporkan ke MKD. Yang bersangkutan akan dilaporkan ke pihak kepolisian," ujar Dasco, Jumat (4/8/2017).

Namun Dasco menjelaskan, ada kebijakan di MKD soal kasus yang alat buktinya berupa rekaman. Kebijakan itu adalah menunggu hasil perkara di ranah hukum.

"MKD sudah berapa lama ada kebijakan kalau ada kasus seperti ini, kita menunggu kepolisian sambil memantau. Kalau ada pelanggaran hukum nanti terbukti pasti ada pelanggaran etika. Baru bisa kita proses," sebut Dasco.

Sementara anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dari Fraksi Gerindra M Syafii mengatakan akan menunggu laporan masuk soal pidato Ketua F-NasDem DPR Viktor Laiskodat. Jika pidato tersebut disampaikan Laiskodat dengan sadar, Viktor dapat dikategorikan melakukan pelanggaran berat dengan ancaman pecat.

"Kita lihat prosesnya. Kalau dia menyatakan itu dengan penuh tanggung jawab, berarti kan melakukan penghinaan terhadap partai politik. Itu bisa dianggap pelanggaran berat," ujar Syafii atau biasa dipanggil Romo.

"Kalau ada yang menyampaikannya ke MKD, akan kita proses. Pelanggaran berat itu risikonya kalau nggak di-skors, diberhentikan," imbuh Romo. 

Presiden PKS Sohibul Imam mengkritik pidato Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat yang isinya menuduh PKS mendukung gerakan khilafah di Indonesia. Menurutnya, pidato Viktor menjijikkan karena bernada provokatif.

"Jika video itu benar, tentu sangat disayangkan seorang elite nasional membuat pernyataan menjijikkan, provokatif, dan permusuhan dan fitnah," ujar Sohibul.

Sohibul meminta Viktor untuk diproses hukum. Bahkan, Sohibul menyarankan Ketua Umum NasDem Surya Paloh segera mencopot Viktor dari seluruh posisi yang dijabat di NasDem

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR, Aryo Hashim Djojohadikusumo menegaskan pernyataan Viktor Laiskodat yang dianggap provokatif benar adanya. Selain membawa ke ranah hukum, Gerindra akan melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Saya sudah konfirmasi lagi bahwa kejadian ini di Kupang dan ketua Gerindra DPC Kupang ada di lokasi dan pernyataan itu benar dilontarkan oleh yang bersangkutan," ujar Aryo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

"Kami akan melakukan tindakan hukum. Fraksi Gerindra akan melakukan tindakan hukum dan melaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan," imbuhnya.

Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan pihaknya akan melaporkan Viktor ke ranah hukum dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Kita sangat menolak keras, yang disampaikan yang bersangkutan itu bukan hanya fitnah tapi pencemaran nama baik, adu domba, ujaran kebencian, provokasi," ujar Hidayat.

"Yang dia sampaikan itu apalagi ada soal PKI, dibunuh, kemudian pendukung khilafah, HTI. Semua adalah tidak sesuai dengan jargon Pancasila, aku NKRI," lanjutnya.

Hidayat menyayangkan pernyataan Viktor yang disampaikan di depan forum di NTT tersebut. Menurutnya, Viktor tidak seharusnya berperilaku seperti itu dalam politik. Persatuan Indonesia harus dijunjung tinggi. [Dtc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat akan Dilaporkan, Kenapa?

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top