Sabtu, 23 Januari 2021 |
News Room - Pemerintahan

Ketua Dewan Sebut Pembangunan di Provinsi Banten 'Gagal Fokus'

Jumat, 23 Jun 2017 | 07:38 WIB Dibaca: 983 Pengunjung

Ketua Dewan Pembangunan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Asep Rahmatullah, saat mengadakan acara buka bersama dengan insan pers di Diva Cafe Kota Serang, Kamis (22/6/2017) malam

SERANG, [NEWSmedia] - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten dinilai oleh DPRD Provinsi Banten tidak terfokus pada satu bidang, sehingga dapat disebut jika Pemerintah Provinsi Banten 'Gagal Fokus'.

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Dewan Pembangunan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Asep Rahmatullah, saat mengadakan acara buka bersama dengan insan pers di Diva Cafe Kota Serang, Kamis (22/6/2017) malam.

Ia menilai, cara berfikir pembangunan di kabupaten/ kota tidak terintegrasi, hal tersebut yang mengakibatkan muncul ego sektoral yang sangat kuat.

"Kalau saya boleh mengadopsi dari visi misi gubernur dan wakil gubernur sekarang, saya apresiasi tentang visi misinya, dari hasil itu saya coba membuat skala prioritas dan Alhamdulillah diamini oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim," kata Asep.

Dengan demikian, lanjut Asep, pembangunan di Provinsi Banten harus terfokus pada satu titik, seperti yang disampaikan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru saja disusun oleh Pemerintah Provinsi Banten beberapa waktu lalu.

"Fokus pada satu titik, yaitu disektor pariwisata, harus ada sinergitas dari kabupaten/ kota yang lain sehingga akan menghasilkan multi player efek yang baik bagi masyarakat Banten, kita giring semua untuk pariwisata," katanya.

Ia menilai, tradisi 'Seba Baduy' sebagai event tahunan Provinsi Banten dirasa belum bisa menjadi icon yang menjual bagi wisatawan lokal atau pun mancanegara dan hanya menghabis-habiskan anggaran yang cukup besar.

"Kedepan, kita semua harus fokus, termasuk DPRD sendiri harus fokus, baik dari segi pengawasan ataupun penganggaran," terangnya.

Ia menegaskan, berbicara tentang pariwisata, maka harus didukung dengan keberadaan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Provinsi Banten, sebab ia menilai, keberadaan PHRI di Banten seperti tiada.

"PHRI ada tapi seperti tiada, karena pemerintah tidak aware, PHRI harus diajak bicara ketika semua terasosiasi pada pariwisata," pungkasnya. [Ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ketua Dewan Sebut Pembangunan di Provinsi Banten 'Gagal Fokus'
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top