Rabu, 14 November 2018 |
Kesehatan - News Gallery

Keseringan Minum Teh Dapat Memicu Penyakit Anemia, Ini Faktanya

Rabu, 24 Okt 2018 | 00:02 WIB Dibaca: 152 Pengunjung

Foto ilustrasi

[NEWSmedia] - Masyarakat Indonesia sangat dekat dengan kebiasaan minum teh. Terlebih di pagi hari atau cuaca dingin, teh menjadi salah satu minuman selain kopi yang pasti dicari dan dikonsumsi. Tidak hanya itu, saat makan pun teh selalu ada sebagai teman makan.

Padahal, teh yang selama ini sudah merasuk jadi bagian hidup keseharian masyarakat Indonesia dapat menyebabkan penyakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, yaitu anemia. Bahkan, angka prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi salah satunya karena kebiasaan minum teh, mengapa demikian?

“Jadi, memang kenapa sih prevalensi anemia di Indonesia tinggi? Ternyata salah satunya karena kebiasaan minum teh saat makan atau sesaat setelah makan,” ujar dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK ketika ditemui di acara Diskusi Atasi Malnutrisi dengan Pangan Terjangkau dan Bergizi, di Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

Menurut penjelasan Indira, teh tidak tepat bila diminum saat makan atau sesaat setelah makan, karena teh mengandung tannin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Sedangkan, zat besi adalah salah satu bahan yang diperlukan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Jadi, tingginya angka prevalensi anemia di Indonesia salah satunya karena kebiasaan minum teh yang tidak tepat.

“Biasanya memang kalau kita punya kebiasaan minum teh, sebaiknya jangan minum sewaktu makan atau setelah makan. Sebaiknya, kasihlah dua hingga tiga jam jeda, jadi minum teh ada di antara waktu makan, bukan saat makan,” imbuhnya.

Manusia memiliki jadwal makan yang sudah benar menurut Indira, yaitu sarapan, lalu ada waktu snack, baru makan siang. Jarak waktu makan antara empat hingga lima jam tersebut dibuat, karena kadar gula darah pada tubuh sudah mulai menurun, jadi manusia harus makan lagi. Sementara untuk bisa menikmati secangkir teh bisa dilakukan dua jam setelah makan.

“Sarapan dengan minum teh pun termasuk kebiasaan yang mesti dihilangkan, karena dapat mengganggu penyerapan zat besi. Baik itu teh hangat atau dingin, manis atau tawar, teh tetap mengandung tannin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi,” jelas Indira.

Selama ini kita mengenal cukup beragam jenis teh, dari yang biasa diminum seperti teh melati, teh hitam, hingga teh hijau. Namun, menurut Indira semua jenis teh ini sama mengandung tannin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi.

“Yang membedakan adalah kadar antioksidannya. Jadi, misal teh hijau kan biasa dipakai untuk diet, padahal dia mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu memperlancara dan memudahkan metabolisme, kalau minum the hijau pun jangan habis makan, tetapi di antara waktu makan,” ujarnya.

Indira berpesan, bagi masyarakat yang sudah terlanjur memiliki kebiasaan minum teh di pagi hari, sebaiknya minum lah teh sekira satu hingga dua jam setelah makan. Jadi, jangan diminum ketika makan atau sesaat setelah makan. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

Cara Menghilangkan Kudis Dengan Bahan-Bahan Alami
Selasa, 13 Nov 2018 | 07:01 WIB
Cara Menghilangkan Kudis Dengan Bahan-Bahan Alami
8 Hobi yang Baik Bagi Kesehatan
Selasa, 13 Nov 2018 | 01:02 WIB
8 Hobi yang Baik Bagi Kesehatan

KOMENTAR

Keseringan Minum Teh Dapat Memicu Penyakit Anemia, Ini Faktanya

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top