Kamis, 25 April 2019 |
News Room

Kerugian Negara Akibat Galian Ilegal di Kabupaten Serang Belum Dihitung

Kamis, 19 Jul 2018 | 10:34 WIB Dibaca: 208 Pengunjung

Kabid Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Provinsi Banten, Wahyudi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Banten belum bisa memastikan kerugian negara dari penambangan ilegal yang berada di Desa Sukadealem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.

Kabid Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Provinsi Banten, Wahyudi mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengetahui kerugaian dari penambangan ilegal tersebut.

"Kerugian negara belum kami kalkulasi karena harus menunggu dari Kepolisian juga, dimulai kapan penambannya, kami akan lakukan peninjauan lebih lanjut dulu," kata Wahyudi di Kota Serang, Kamis (19/7/2018).

BACA JUGA: 77 Hektar Galian di Kabupaten Serang Ilegal

Ia menjelaskan, pihaknya memiliki bukti yang kuat atas kepemilikan aset negara tersebut dengan mengantongi 28 sertifikat yang sah.

"Kita ada bukti yg kuat yaitu sertifikat hak guna bangunan dari Bank Indonesia, eks PT Mandala lestari, sertifikat dan bukti pemilikan juga ada sekitar 28 sertifikat," jelasnya.

Ia juga menegaskan, aset tersebut berasal dari bantuan likuiditas Bank Indonesia pada tahun 1998 kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2009 yang kemudian diserahkan ke DJKN Banten tahun 2018.

"Kami harapkan dengan turun ke lapangan kegiatan penambangan ilegal bisa dihentikan dan nantinya kita dikembalikan ke fungsi awal, baik kerjasama dengan pihak ketiga untuk usaha yang bisa menunjang daerah atau yang lainnya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Kerugian Negara Akibat Galian Ilegal di Kabupaten Serang Belum Dihitung
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top